Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Rabu, 19 April 2017

Kades Belanting Dikeluarkan Penyidik Polres Lombok Timur

LOMBOK TIMUR
 Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Antonius Faebuadodo
LOTIM,SEPUTARNTB. Kepala Desa Belanting, H. Sahudin akhirnya dikeluarkan pihak Polres Lombok Timur, setelah diamankan dalam kasus dugaan pungutan liar pembuatan sertifikat prona untuk masyarakat Desa Belanting. Dengan jumlah pungutan yang dilakukan sebesar Rp 84 juta untuk 100 buah sertifikat prona.

Sementara Kades Belanting tersebut diamankan tim sabar pungli Kabupaten Lotim hari Senin tanggal 17 April 2017 di rumahnya, tanpa adanya perlawanan.

Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo, S,ik melalui Kasat Reskrim, AKP Antonius Faebuadodo saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah mengeluarkan Kades Belanting tersebut, namun begitu bukan berarti kasusnya berhenti, melainkan tetap jalan.

" Kades Belanting itu wajib lapor, meski tidak dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," tegas Antonius.

Menurutnya kasus yang menimpa Kades Belanting penyidik sampai saat ini masih dalam proses lidik, dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dibutuhkan dalam rangka untuk melengkapi berkas dan bukti yang ada.

" Penyidik akan minta keterangan lima atau enam orang saksi dalam kasus Kades Belanting, termasuk juga Kadus dan masyarakat yang menjadi korban dugaan pungutan liar tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Lotim ini.

Ditempat terpisah Ketua Forum Kades Lotim, L. Muhir mengaku merasa prihatin dengan adanya Kades di Lotim yang ketanggap tim saber pungli, sehingga tentunya ini menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk lebih berhati-hati lagi dalam mengambil sebuah kebijakan di Desa.

Seperti halnya yang menimpa Kades Belanting tersebut, namun pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan pihak Polres Lotim agar dikeluarkan karena kalau tidak tentunya akan menganggu proses pelayanan di desa tersebut.

" Pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap anggotanya yang terjerat kasus hukum,apalagi belum terbukti kesalahannnya," tegas Muhir. (Rz).

Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.