Header Ads

  • Breaking News

    Kades Belanting Dikeluarkan Penyidik Polres Lombok Timur

    LOMBOK TIMUR
     Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Antonius Faebuadodo
    LOTIM,SEPUTARNTB. Kepala Desa Belanting, H. Sahudin akhirnya dikeluarkan pihak Polres Lombok Timur, setelah diamankan dalam kasus dugaan pungutan liar pembuatan sertifikat prona untuk masyarakat Desa Belanting. Dengan jumlah pungutan yang dilakukan sebesar Rp 84 juta untuk 100 buah sertifikat prona.

    Sementara Kades Belanting tersebut diamankan tim sabar pungli Kabupaten Lotim hari Senin tanggal 17 April 2017 di rumahnya, tanpa adanya perlawanan.

    Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo, S,ik melalui Kasat Reskrim, AKP Antonius Faebuadodo saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihaknya telah mengeluarkan Kades Belanting tersebut, namun begitu bukan berarti kasusnya berhenti, melainkan tetap jalan.

    " Kades Belanting itu wajib lapor, meski tidak dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," tegas Antonius.

    Menurutnya kasus yang menimpa Kades Belanting penyidik sampai saat ini masih dalam proses lidik, dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang dibutuhkan dalam rangka untuk melengkapi berkas dan bukti yang ada.

    " Penyidik akan minta keterangan lima atau enam orang saksi dalam kasus Kades Belanting, termasuk juga Kadus dan masyarakat yang menjadi korban dugaan pungutan liar tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Lotim ini.

    Ditempat terpisah Ketua Forum Kades Lotim, L. Muhir mengaku merasa prihatin dengan adanya Kades di Lotim yang ketanggap tim saber pungli, sehingga tentunya ini menjadi pembelajaran bagi yang lainnya untuk lebih berhati-hati lagi dalam mengambil sebuah kebijakan di Desa.

    Seperti halnya yang menimpa Kades Belanting tersebut, namun pihaknya langsung melakukan komunikasi dengan pihak Polres Lotim agar dikeluarkan karena kalau tidak tentunya akan menganggu proses pelayanan di desa tersebut.

    " Pihaknya akan memberikan pendampingan terhadap anggotanya yang terjerat kasus hukum,apalagi belum terbukti kesalahannnya," tegas Muhir. (Rz).

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad