Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Senin, 10 April 2017

Meresahkan,Warga Greneng Usir Penganut Ahmadiyah


LOTIM, SEPUTARNTB. Ratusan warga Desa Greneng, Kecamatan Sakra Timur melakukan pengusiran terhadap tujuh orang yang diduga menganut aliran ahmadiyah, Jumat malam (7/4). Karena dianggap telah meresahkan masyarakat sekitarnya atas berkembangnya aliran tersebut.

Selain itu juga,warga yang terindikasi menganut aliran ahmadiyah tersebut sudah mengakui kalau mereka menganut aliran tersebut sudah cukup lama, sehingga inilah yang menyebabkan warga tidak terima. Dengan meminta agar para penganut ahmadiyah dikeluarkan dari desa tersebut.

Sementara aparat dari kepolisian, TNI dan Pol.PP bersama pemerintah kecamatan dan Desa Greneng terus berusaha untuk menenangkan warga agar tidak melakukan tindakan anarkis atau main hakim sendiri. Dengan mengamankan rumah para pengikut ahmadiyah tersebut.

" Pokoknya kami tidak mau ada warga yang menganut aliran ahmadiyah tinggal di wilayah kami, maka harus diusir keluar dari desa ini kalau ingin aman," teriak warga Greneng dihadapan petugas.

Kepala Desa Greneng, Budi Harlin menegaskan kalau warga yang diduga menganut aliran ahmadiyah itu sudah dilakukan baiat untuk kembali ke ajaran islam yang sesungguhnya sejak tahun 2014 lalu. Namun secara diam-diam mereka masih tetap melaksanakan ajaran ahmadiyah.

" Mereka sudah bertobat dulu, tapi sekarang masih saja melakukannya lagi sehingga inilah yang membuat masyarakat marah," ujar Budi Harlin.

Kemudian tidak lama setelah itu Bupati Lotim, HM.Ali BD, Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adithyo Kusumo, S,ik,Dandim 1615 Lotim, Letkol. Inf.H.Mustofa, Camat Sakti, Hasim bersama pemerintah desa dan para tokoh masyarakat melakukan pertemuan langsung di salah satu masjid. Guna menyelesaiakan permasalahan ahmadiyah.

Dari hasil pertemuan tersebut atas perintah Bupati Lotim, Camat Sakti, Hasim menyampaikan kepada warga melalui pengeras suara diantaranya pemerintah daerah sepakat untuk memindahkan jamaah ahmadiyah dari wilayah Desa Greneng secara bertahap dan masalah ahmadiyah ini akan diselesaikan lebih lanjut di kantor Bupati Lotim.

" Pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap masalah ini, sehingga masyarakat diminta tenang jangan melakukan main hakim sendiri dengan menyerahkan kepada aparat berwenang," kata Hasim.
Guna tidak mengundang kemarahan warga lagi tiga dari tujuh warga yang menjadi pengikut ahmadiyah langsung diamankan ke Polres Lotim, guna mengantisifasi kemungkinan yang tidak diinginkan terjadi.

Diantaranya Amaq Nil (60) dan  Amaq Hus (32) warga Gubuk Grepek,Dusun Lauk Eat dan Amaq Edun (32) warga Dusun Greneng, Desa Greneng Kecamatan Sakra Timur.

Setelah semua kondusif, dengan warga membubarkan diri secara berangsur-angsur, Bupati bersama Kapolres dan Dandim 1615 Lotim kemudian meninggalkan lokasi, akan tapi aparat masih tetap disiagakan untuk mengantisifasi adanya gerakan susulan.(Rz)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.