Header Ads

  • Breaking News

    Miriis! Status Ribuan Warga Pamalikan Sekotong Belum Jelas, alias Tidak Di Akui Negara

    LOBAR, SEPUTARNTB. Hingga kini ribuan warga yang tergabung 364 KK  warga Dusun Pemalikan Kecamatan Sekotong belum diakui negara. Buktinya, mereka tidak berhak memperoleh Kartu Tanda Penduduk (KTP), apalagi mendapatkan pelayanan dari pemerintah. 

    Selama berpuluh-puluh tahun itu pula, warga mencari keadilan. Mulai ke Pemkab, Pemprov, Komnas HAM hingga Kementerian Kehutanan dan Kementerian Dalam Negeri namun belum juga ada solusi.

    Benny, seorang tokoh masyarakat Pemalikan mengakui sudah menempati kawasan hutan konservasi tersebut sejak lama. Namun perlu diketahui bahwa sebelum kawasan tersebut ditetapkan menjadi hutan konservasi pada 1992, sejak 1986 sudah terlebih dahulu digarap oleh warga pendatang. Warga pendatang ini berasal dari desa lain di Kecamatan Sekotong, Lombok Tengah hingga Bima.

    "Kami butuh kesetaraan. Tidak boleh ada yg dibeda-bedakan," tegasnya. 

    Sementara Wakil Ketua DPRD Lobar, Sulhan Muchlis berharap semua leading sektor dapat berembuk menuntaskan persoalan itu. 

    "Dukcapil, DPR dan pihak lainnya, mari kita tuntaskan. Mereka juga warga negara yg berhak menerima pengakuan," pintanya. (CA)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad