Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Minggu, 23 April 2017

Pasar Terapung Terancam Disegel



LOTIM, SEPUTARNTB. Pemerintah Desa Jenggik, Kecamatan Terara mengancam akan menyegel pasar terapung yang berlokasi di perbatasan Jenggik-Lombok Tengah. Hal ini dilakukan karena sampai saat ini pemerintah desa tidak pernah mendapatkan retrisbusi atau hasil selama pasar terapung tersebut berdiri beberapa tahun silam.

Demikian ditegaskan Kepala Desa Jenggik, Samsul Hadi di kantornya. " Kami sudah ada rencana untuk melakukan penyegelan terhadap keberadaan pasar terapung tersebut,dengan Desa hanya menjadi penonton saja," tegasnya.

Menurutnya pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pihak BPD maupun LKMD dan sejumlah tokoh terkait dengan masalah ini, dengan semuanya sepakat terhadap inisiatif dirinya bersama staf desa yang lainnya.  Untuk melakukan penyegelan pasar terapung tersebut, dengan tujuan agar mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah kepada Desa Jenggik.

Apalagi sebelumnya dari Bupati Lotim pernah mengatakan agar pasar terapung itu dikelola oleh Desa Jenggik, namun dalam kenyataan dilapangan justru masih tetap dikelola pemerintah daerah. Dengan semua retribusi hasil penyewaan itu diambil kabupaten.

" Memang ada perintah itu, namun kekuatan hukum hitam diatas putih tidak ada sehingga ini yang menjadi masalah, sedangkan kalau terjadi masalah di pasar terapung dikembalikan ke Desa untuk menyelesaikannya," kata Samsul Hadi seraya mengatakan paling tidak dari sewa itu dibagi dua antara desa dengan pemerintah kabupaten yang diinginkan.

Sementara ditempat terpisah Kepala Badan Pendapatan Lotim, Salmun Rahman mengatakan sah sah saja pemerintahan Desa Jenggik mengatakan seperti ini, namun tentunya harus dipikirkan dan pertimbangkan dengan matang-matang. Karena masalah pasar terapung itu masih menjadi kewenangan dari pemerintah kabupaten untuk melakukan pemungutan retribusinya kepada para penyewa.

" Kalau memang Desa ingin mengelola silahkan saja tidak masalah, namun tentunya harus mengajukan permohonan kepada Bupati Lotim sehingga ada hitam diatas putih," tegas Salmun Rahman. (Rz)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.