Header Ads

  • Breaking News

    POLDA NTB, DI DESAK TERTIBKAN PERUSAHAAN TERBATAS


    MATARAM,SEPUTAR NTB. Bimaspol Polda NTB didesak tertibkan Satuan Tugas Pengamanan (Satpam ) yang belum ikuti diklat (Pendidikan Kilat) namun dipekerjakan oleh PT (Perusahaan Terbatas). Dikhawatirkan tindakan satpam yang bersangkutan saat bertugas dapat menodai Korps Satpam.

    Berdasarkan regulasi yang mengaturnya,fungsi Satuan Tugas Pengamanan atau Satpam sebagai polisi terbatas dan perpanjangan tangan polisi,sehingga profesi satpam dituntut harus profesional dan memahami hukum atau peraturan perundang-undangan dalam menjalankan fungsi Tugasnya.

    Ketua Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) Wilayah NTB,Iwan Balukea,saat bersama wartawan dikantornya,Selasa (25/04) mengatakan  ABUJAPI sebagai tempat atau wadah bernaungnya sejumlah Badan Jasa Usaha Pengamanan  ( BJUP ) mendesak dan meminta Bimaspol Polda NTB segera tertibkan satpam dan perusahaan terbatas yang disinyalir liar atau ilegal tersebut karena dapat mencederai Korps Satpam.

    " Pada prakteknya disinyalir banyak satpam yang belum mengikuti diklat dan dipekerjakan oleh perusahaan terbatas,praktek ini  dikhawatirkan  mengarah ketindakan satpam yang dapat menodai dan membahayakan korps Satpam," tandasnya.

    Sementara itu ditempat yang sama,Kasubdit Bid Satpam  Polda NTB,AKBP.Ngakan Made Sadia menegaskan akan menindak lanjuti desakan ABUJAPI NTB dan dalam waktu dekan akan melakukan pendataan keberadaan satpam atau perusahaan terbatas yang disinyalir beroperasi ilegal.

    " Kami akan mengingatkan kembali  satpam dan perusahaan terbatas untuk mentaati Peraturan Kapolri nomor 2407 tentang Satpam," ungkapnya.

    Praktek Perusahaan Terbatas yang merekrut dan mempekerjakan satpam selain melanggar peraturan perundang - undangan juga dapat berakibat pada bocornya penerimaan pendapatan negara.(ft)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad