Header Ads

  • Breaking News

    Profesi Jurnalis Diremehkan, Forum Pers Independen Indonesia (FPII) NTB Akan Turun Aksi

    Dari Kanan: Rasyid (Pimred lomboktoday.com), Amrin (Pimred Seputarntb.net), Mawardi (Direktur PT. Suaralombok.com), dan Achmad Sahib (Pimred lombokini.com), yang tergabung sebagai pengurus inti FPII NTB
    MATARAM, SEPUTARNTB. Kisruh hubungan wartawan dengan anggota legislatif Lombok Barat terkait diremehkannya harkat martabat wartawan, Presidium FPII NTB Achmad Sahib ancam akan gedor kembali gedung DPRD Lobar.
    Kisruh ini terjadi lantaran ketua komisi I DPRD Lobar yang menuduh beberapa wartawan dibungkam dengan uang sebesar Rp. 500 ribu oleh pejabat di Lombok Barat. Namun, setelah wartawan lain melakukan investigasi, tuduhan tersebut sama sekali tidak terbukti. Dan berita yang dituduhkan tidak diterbitkan, ternyata telah diterbitkan.
    Achmad Sahib yang beberapa waktu lalu sempat mengamuk karena ulah oknum anggota DPRD Lombok Barat yang melakukan penistaan agama, sepertinya akan kembali mengamuk karena penistaan terhadap profesinya.
    Dalam Pernyataannya kepada sejumlah Media yang tergabung dalam wadah Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Sahib yang dikenal dengan watak kritis dan blak-blakan mengkritik ini menyatakan tak akan tinggal diam sebab profesi jurnaslis telah direndahkan oleh seorang anggota dewan.
    “Dalam hal ini, kita kaum jurnalis tak bisa tinggal diam. Sebab anggota DPR adalah wakil Rakyat yang semestinya menjadi corong dan pengayom bagi rakyat, justru menonjolkan sikap arogan dan tak berbudi.” Pungkasnya.
    Dia mempertanyakan kenapa anggota dewan semakin bersikap apatis terhadap wartawan.
    “Ada apa sich dengan SDM mereka? Belum kering tenggorokan saya teriak mencaci penista agama saya. Kini koq muncul lagi penista profesi saya.” Geramnya.
    “Belum lagi jika kita harus evaluasi kinerja kerja mereka yang sudah menghabiskan uang negara untuk bolak-balik study banding. Bolak-balik konsultasi namun hasilnya nol besar. Dan Bupati Lolos Jomblo.
    ada apa?” Lanjutnya.

    Terkait pencemaran profesi jurnalis, dirinya menyatakan merasa terganggu dengan sikap arogan oknum anggota DPRD Lobar yang melayangkan tuduhan tanpa bukti.
    Dirinya pun mengancam akan mengerahkan massa untuk menyikapi pencemaran profesi jurnalis yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Lobar.
    “Saya dan teman-teman dibuat tidak nyaman. Saya tegaskan akan mengajak Insan Pers dari seluruh NTB untuk datang dan bergabung dalam aksi yang Insha Allah akan kita gelar Rabu yang akan datang.” Tegasnya.
    Sahib juga menanggapi santai terkait ancaman Zulkarnain yang akan melaporkan wartawan ke Dewan Pers.
    “Bagus sekali. Silahkan laporkan ke Dewan Pers. Kami tau isi dapur kami dan ingat kami bekerja dengan Kode Etik Jurnalistik yang menjadi tuntunan hidup kami wartawan.” Tantangnya.
    Ia juga menegaskan bahwa profesi wartawan bukanlah jalan mencari kesejahteraan. Namun, merupakan jalan hidup yang dipilih untuk menciptakan keadilan dan menyampaikan kebenaran bagi masyarakat.
    “Catat…!! Wartawan adalah manusia yang paling ditakuti lebih dari pasukan berani mati. Tetapi, wartawan tidak memakai Jas bermerek menakut-nakuti.” Tegasnya.
    “Tapi kami melahirkan rasa ketakutan bagi perampok tataran kebijakan agar semua terbuka dan transparan.” Tutupnya. (Mr)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad