Header Ads

  • Breaking News

    TGB Dihina, Santri NW Pancor Tandatangan Petisi



    LOTIM, SEPUTARNTB. Para Santri dan santriwati di lingkungan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdatain (YPH PPD) NW Pancor melakukan penandatanganan petisi menolak rasisme dan menolak penghinaan yang dilakukan warga keturunan Cina terhadap pimpinan NW, TGB. KHM.Zainul Majdi.

    Penandatanganan petisi itu dilakukan diatas spanduk putih yang telah disiapkan pihak yayasan bertempat di depan kantor YPH PPD NW Pancor.Dengan satu persatu santri itu membubuhkan tandatangannya sebagai bentuk dukungan untuk melawan berbagai tindakan yang mengandung unsur rasisme.

    "Saya menolak adanya rasisme tersebut, sehingga bersama teman-teman melakukan penandatanganan petisi anti rasisme," kata salah seorang Santri NW Pancor, M.Sapoan saat diminta komentarnya.

    Menurutnya dirinya juga tidak terima dengan perbuatan atau tindakan yang dilakukan warga keturunan Cina terhadap guru kami Tuan Guru Bajang yang juga cucu dari Almagfurlahu Maulana Syeikh TGKHM. Zainuddin Abdul Madjid.

    Dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dikeluarkan,namun untung TGB telah memaafkan perbuatan orang keturunan Cina tersebut,namun bukan berarti masalahnya akan selesai sampai disitu.

    "Saya selaku murid beliau tentunya meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses kasus ini tanpa pandang bulu dalam rangka untuk tegakkan hukum di negara ini," kata Sapoan lagi.

    Hal yang sama dikatakan Santriwati, Uswatul Hasanah menegaskan kami selaku muridnya merasa tidak terima dengan tindakan yang dilakukan warga keturunan cina tersebut, dengan mengeluarkan pernyataan yang merendahkan harkat martabat warga pribumi dan guru kami TGB.

    Apalagi yang bersangkutan merupakan orang yang berpendidikan, maka tentunya tidak sepantasnya mengeluarkan kata-kata yang bisa merusak keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia ini.

    " Dengan adanya penghinaan yang mengandung rasis itu maka saya bersama teman-teman santri ikut melakukan protes dan mengutuk perbuatan itu," tegas Hasanah.(Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad