Header Ads

  • Breaking News

    DPRD Kota Mataram Sambangi Gudang Bulog

    Ketua DPRD Kota Mataram,Didi Sumardi bersama Kepala Divre Bulog NTB,A. Ma'mun dan kepala Gudang Bulog Sweta saat melakukan pengecekan  stok beras
    MATARAM,SEPUTARNTB. Guna memastikan ketersediaan stok Beras selama bulan Ramadhan, DPRD Kota Mataram lakukan kunjungan ke salah satu gudang  Bulog NTB.

    Ketua DPRD kota Mataram,H.Didi Rahardi tampak  didampingi kadivre Bulog NTB,H.Ahmad Ma'mun mendatangi salah satu gudang bulog NTB yang berada di Sweta, Sandubaya,hari Selasa (30/5/17).

    Dalam kesempatan  tersebut,Ketua DPRD kota Mataram menyampaikan dari kunjangannya ia dapat melihat dan membuktikan bahwa ketersediaan stok dan sistem manajemen  pemenuhan kebutuhan beras dan gula secara nasional sudah dipenuhi oleh bulog.

    "termasuk didalamnya untuk stok mataram dan NTB," jelasnya.

    Menanggapi masalah yang selama ini sering terjadi terkait kualitas raskin,Ia mengatakan kalau masyarakat yang mengerti sistem tentu hal ini tidak akan terjadi,tetapi kalaupun terjadi itu akibat dari tidak terdeteksinya pada saat dilakukan pengecekan dengan kata lain lolos sensor.

    "Di gudang bulog sendiri dilakukan pengecekan terhadap beras yang keluar masuk ,jika terjadi ada raskin yang kurang layak beredar itu karena tidak terdeteksi pada saat pengecekan," ungkapnya.

    Namun demikian jika ditemukan hal semacam itu,warga bisa langsung menghubungi kepala dusun atau kepala desa setempat dimana nanti selanjutnya kepala desa melaporkannya kepada PPK dan selanjutnya PPK melakukan koordinasi dengan Bulog sehingga pastinya Bulog akan menggantinya.

    "Bulog mempunyai alat dimana alat tersebut mampu memproses ulang beras tersebut menjadi beras yang layak konsumsi,"tambahnya.

    Sementara  ditempat yang sama Kepala Divre Bulog NTB,H.Ahmad Ma'mun menjelaskan ketersediaan stok beras dan gula selama bulan Ramadhan sangat aman bahkan pihak bulog memastikan  persediaan hingga enam bulan kedepan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dan gula.

    "Kami melakukan persediaan stok beras dan gula, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bulan Ramadhan ini saja melainkan untuk kebutuhan enam bulan kedepan," terang pria bertubuh tinggi besar tersebut.

    Selain itu untuk menetralkan harga serta memastikan ketersediaan stok beras dan gula, pihak bulog juga melakukan  operasi pasar dengan membuat stand- stand yang menyediakan beras dan gula dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah

    "Sampai pada saat ini di kota mataram kami sudah mendirikan stand di empat pasar berbeda yang menyediakan beras dengan harga Rp.8.500/kg dan gula Rp.12.500/kg," jelasnya.

    Sedangkan untuk memenuhi  kebutuhan masyarakat akan bawang putih dan bawang merah Ma'mun mengatakan,Bulog sudah mendatangkan bawang putih sebanyak 10 ton baik dari petani lokal maupun dari pulau Jawa dengan harga jual Rp.38.000/kg.

    "untuk bawang merah sebanyak 10 ton juga murni dari petani lokal dengan harga jual Rp.23.000/kg," pungkasnya.(ft)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad