Header Ads

  • Breaking News

    Lomba Desa, Bupati Yakinkan Tim Penilai Lingsar Layak Juara

    Bupati Lobar bersama Tim Penilai Desa tingkat Provinsi NTB beserta rombongan
    LOBAR, SEPUTARNTB. Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, S.Ag., M.Si., dengan sejumlah fakta berupaya meyakinkan tim penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bahwa Desa Lingsar yang mewakili Lobar layak menjadi juara pertama. Hal itu disampaikan bupati saat menerima Ketua Tim Penilai, H. Rusman, SH., MH., dan anggota-anggota tim di Kantor Desa Lingsar, Kamis (18/5).  

    “Saya datang ke sini, Pak Sekda (sekretaris daerah, red), Wakil Ketua DPRD Provinsi (TGH. Mahally Fikri, red), bukan ingin menjadi juara satu, tetapi ingin menghargai ketua Tim dan anggota Tim penilai yang sudah memberikan Lingsar juara satu. Jadi bukan ingin juara satu Pak, tetapi ingin menghargai, menghormati, karena kami, inshaallah, Desa Lingsar akan menjadi juara satu,” ujar Bupati Fauzan meyakinkan yang diikuti riuh tepuk tangan hadirin. 

    Bupati melanjutkan, apa yang disampaikannya bukanlah “tekanan” melainkan wujud percaya diri Desa Lingsar karena merasa telah memenuhi kriteria layak juara.

    Pernyataan bupati tersebut merupakan tanggapan terhadap ucapan Ketua Tim Penilai H. Rusman sebelumnya yang juga tidak kalah serunya. 

    “Ijinkan saya sebagai ketua tim menyampaikan apresiasi yang luar biasa, baru kali ini tekanan yang ada untuk menjadi juara itu di Lombok Barat,” ujar Rusman sambil tersenyum.

    Namun demikian, menurutnya hal ini positif karena setiap orang yang ikut lomba harus punya keinginan untuk menang. “Kalau tidak punya keinginan untuk juara lebih baik tidak usah ikut lomba,” tegasnya. 

    Ditegaskan Rusman, apakah Lingsar akan menjadi juara atau tidak tergantung dari hasil pendalaman anggota tim terhadap apa yang disampaikan Kepala Desa Lingsar. 

    “Kami sudah safari lomba desa ke Pulau Sumbawa, dari tanggal 7 (Mei) sampai tanggal 13 (Mei), dan semua kepala desa, semua bupati dan sekda minta untuk menjadi juara satu. Maka bagaimana cara menentukan untuk jadi juara satu, tentu ada di tangan teman-teman saya tim penilai lomba yang luar biasa. Tidak bisa hanya oleh seorang ketua, tetapi pendalaman dari para tim,” ujarnya. 

    Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Lingsar, HM, Abdul Hadi, SE.,dalam selayang pandangnya, menyebutkan  sejumlah hal yang menarik tentang Desa Lingsar sehingga layak menjadi juara. Pertama, dari sisi histori,  Desa Lingsar sebenarnya sudah ada sejak 202 tahun yang silam atau sekitar tahun 1808 pada masa kerajaan. 

    Desa Lingsar saat ini, menurutnya telah dikelola dengan sebaik-baiknya. Desa yang bersemboyan solah soloh soleh ini memiliki sejumlah keistimewaan yang terangkum dalam singkatan TERTIB yaitu Transfaran, Education and health, Religious, Terukur, Indah dan Berbudaya. 

    Dijelaskan Kades, Lingsar bersifat transfaran karena Pemerintah Desa Lingsar terbuka kepada masyarakat, segala hal mengenai Lingsar bisa diakses melalui website-nya. Dari sisi pendidikan dan kesehatan (education and health), sejumlah perkembangan dialami Lingsar. 

    Di Lingsar banyak pondok pesantren, dan sekolah-sekolah lainnya termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bahkan tahun 2016 yang lalu, angka buta aksara di Lingsar sudah 0 alias tidak ada orang yang buta aksara. Dari sisi kesehatanpun demikian, sudah ada 8 Posyandu di 8 dusun yang ada di Desa Lingsar.

    Selanjutnya, religius. Ini, sebut Kades, tercermin dari meskipun 98% penduduk Lingsar merupakan penganut Islam, namun toleransi antar masyarakatnya sangat tinggi.

    “Walaupun hanya 2% yang selain Islam, tapi di sini terdapat 5 pura, bahkan pura terbesar di Asia Tenggara ada di sini,” ujar Kades. 

    Terukur, dijelaskan Kades, bisa dilihat dari berbagai upaya yang dilakukan dalam menciptakan masyarakat yang berkeadilan. Dari sisi Indah, tidak dapat dibantah Lingsar memang indah, selain memiliki Taman Lingsar serta sejumlah sumber mata air, Lingsar juga memiliki persawahan yang indah menampakkan Gunung Rinjani. Mengenai berbudaya, dipaparkan Kades, terlihat dengan adanya event tahunan berupa Perang Topat, Pujewali dan Kelilingan Kaoq. “Simbol-simbol budaya tetap kita kedepankan,” ujarnya.
    Andalan lainnya yang disampaikan Kades yaitu Lingsar memiliki Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) serta Radio Darling FM Lingsar yang memiliki salah satu acara utama yaitu Satu jam bersama Pemdes (Pemerintah Desa) Lingsar. Selain itu, Desa Lingsar juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) beruapa usaha simpan pinjam, cuci motor dan ticketing untuk wisatawan.

    Bupati Fauzan pada bagian lain sambutannya menyebutkan kelebihan lain  Desa Lingsar layak menjadi juara, dikatakan bupati, seminggu sebelumnya dia menandatangani satu peraturan bupati (Perbup) tentang  kewajiban menggunakan produk lokal terutama makanan. Desa Lingsar lah yang sudah 100% menerapkan Perbup tersebut. Dalam pandangan bupati, Desa Lingsar selain desa-desa lainnya di Lombok Barat. Lingsar juga termasuk yang sangat aktif. Dicontohkannya, di bidang kesehatan pemerintah memiliki program e-Pustu dan e-Posyandu. Yang paling rajin melapor, menurut bupati adalah Desa Lingsar.

    Bupati Fauzan menyadari,  semua keputusan ada di tim, tetapi katanya, dalam sejarah Lombok Barat mengikuti semua jenis perlombaan, minimal juara tiga, tidak pernah t juara 4 apalagi 5. “Tapi (khusus) untuk lomba desa biasanya juara satu,” ujarnya 

    Menutup sambutannya, bupati mempersilakan tim penilai untuk melakukan penilaian sesuai dengan indikator yang sudah ditetapkan provinsi. Karena menurutnya, melalui lomba juga diketahui seberapa besar masyarakat ikut dilibatkan dalam pembangunan.

    “Bagi saya keberhasilan pemerintah tidak semata-mata dilihat dari apa yang dilakukan pemerintah, tapi yang lebih penting adalah sejauh mana partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan bahkan masyarakat sebagai subjek utamanya,” tutupnya.

    Selain Bupati dan Ketua TP PKK Lobar, Hj. Khaeratun, juga hadir Sekda HM. Taufiq, para asisten, para kepala SKPD, camat, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB, TGH Mahally Fikri, anggota DPRD HM Kasdiono, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat Lingsar lainnya. Tim penilai sendiri terdiri atas 32 orang di antaranya dari Dinas Kesehatan, Kesbangpoldagri, P2WKSS, Dikbud, RRI, Dukcapil dan PKK. (ft/hms)                        

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad