Header Ads

  • Breaking News

    Miris! Hardiknas Di Nodai Dengan Corat Coret Plus Plus


    MATARAM, SEPUTARNTB. Tanggal 02 Mei yang jatuh pada hari Selasa, dirayakan secara nasional sebagai Hari Pendidikan Nasional.Hari ini juga merupakan hari  yang ditunggu-tunggu oleh sejumlah siswa sekolah lanjutan tingkat atas, baik SMA/SMK maupun MA karena merupakan hari pengumuman kelulusan mereka. 

    Saat yang lainnya khidmat mengikuti apel Hardiknas, mereka (siswa/siswi kelas XII.red) berkerumun di sekolah masing-masing menunggu hasil Ujian Nasional diumumkan.

    Saat mendapat kepastian kelulusan, para siswa-siswi itu meluapkan kegembiraan atas kelulusannya dengan aksi corat coret dan konvoi jalan, dimana diketahui aksi tersebut selalu mewarnai kelulusan bagi para siswa-siswi dari tahun ke tahun. Dan ironisnya anak anak paruh baya itu tidak sungkan sungkan untuk bercumbu di pinggir jalan dengan lawan jenisnya.

    Ketua Komisi Perlindungan Anak Kota Mataram, Nyayu Ernawati, yang di hubungi via WatsApp, mengecam aksi kebablasan siswa siswi yang coret coretan dan bahkan bercumbu layaknya suami istri di pinggir jalan.

    " Sangat miris sekali melihatnya. Dan kami mengecam aksi siswa siswi yang tidak terpuji dijalanan", tegasnya.

    Lebih lanjut Nyayu menghimbau kepada Dinas Pendidikan kedepannya agar pada saat pengumuman meminta anak-anak mengumpulkan seragamnya utk disumbangkan agar tidak dicoret coret, sehingga bermanfaat bagi orang lain.

    " Dari pada di coret coret mending di sumbangkan kepada orang lain yang sangat membutuhkan", ujarnya.

    Sementara itu Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Narmada, Darmawan S.Pd saat diwawancara selesai mengikuti Apel Hardiknas,Selasa,(02/05), menyampaikan  siswa-siswi  peserta Ujian Nasional sebanyak 448 orang dengan kelulusan 100 %. 

    Terkait dengan coret-coretan siswa-siswinya, Darmawan mengatakan telah diingatkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi NTB kepada semua kepala sekolah melalui Surat Edaran untuk tidak membiarkan para siswa-siswi melakukan coret-coret seragam sekolahnya, tidak melakukan konvoi di jalanan demi meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.

    Dari pihak sekolah, tegas Darmawan telah menghimbau untuk sebaiknya seragam sekolah siswa bersangkutan  disumbangkan kepada adik kelasnya. 
    Namun himbauan tersebut rupanya tidak diindahkan. Para siswa yang gembira lulus, tetap melakukan aksi kurang terpuji tersebut. 

    Aksi miris itu seakan menjadi sisi lain perayaan Hardiknas tahun ini. Semua jalur jalan dipenuhi dengan aksi konvoi bergerombol anak-anak remaja dengan seragam penuh coretan, bahkan rambut pun tidak luput dari cat semprot warna warni itu. 

    "Untuk wilayah Narmada, jalur yang menjadi pusat konvoi siswa-siswi yang lulus ada di jalan raya menuju Narmada-Suranadi-Sesaot," tandasnya.(ft)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad