Header Ads

  • Breaking News

    Perak Lotim Dukung Pembubaran HTI



    LOTIM, SEPUTARNTB. Persatuan Aktifis Lombok Timur melakukan aksi di simpang empat BRI Cabang Selong, Sabtu (13/5). Dengan mendukung upaya pemerintah untuk melakukan pembubaran terhadap Hizbut Tahrir Indonesia, karena dianggap cukup meresahkan dalam melakukan kegiatannya.
    Aksi yang dilakukan Perak mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Bahkan tidak itu saja dalam aksi itu juga massa membawa berbagai pamplet bertuliskan pembubaran HTI dan membagikan selebaran kepada masyarakat pengguna jalan roda dua dan empat.

    " Yang jelas aktifis Lotim yang tergabung dalam Perak mendukung pembubaran HTI tersebut," kata koordinator aksi, Irwan dalam orasinya sambil mengajak kepada pemerintah daerah untuk ikut serta mendukung kebijakan pemerintah pusat yang telah membubarkan HTI tersebut.

    Tidak itu saja, dalam orasi yang disampaikan secara bergiliran mengatakan kalau selama ini HTI tidak pernah melaksanakan peran positif untuk mengambil bagian dari proses pembangunan guna mencapai tujuan nasional. Meski pada satu sisi HTI itu merupakan ormas yang telah memiliki badan hukum.

    Begitu juga kegiatan yang dilakukan HTI terindikasi kuat sangat bertentangan dengan tujuan, azas dan ciri yang berazaskan pancasila, UUD 1945 sebagaimana yang diatur dalam UU No 17 tahun 2013 tentang ormas.

    " Aktifitas yang dilakukan HTI dianggap nyata-nyata telah menimbulkan benturan di masyarakat yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat dan membahayakan keutuhan NKRI," tambah koordinator aksi yang lainnya, Munawar dalam orasinya.

    Setelah puas menyampaikan orasi kemudian massa membubarkan diri dengan terlebih dahulu menyampaikan pernyataan sikapnya terhadap ormas HTI.

    Ditempat terpisah tokoh Ormas HTI NTB, Ustaz Sulaiman menegaskan sangat menyayangkan sikap pemerintah pusat yang melakukan pembubaran terhadap HTI, karena dianggap pembubaran dilakukan secara sepihak, namun begitu masih ada proses hukum yang akan dilakukan HTI terhadap keputusan pemerintah tersebut.

    " HTI sudah memiliki badan hukum dan sudah terdaftar, sehingga kalau hanya alasan karena khilafah pemerintah melakukan pembubaran HTI itu dianggap tidak beralasan," tandas Sulaiman yang juga mantan Ketua HTI NTB. (Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad