Header Ads

  • Breaking News

    Ribuan Nelayan jadi Pengangguran, Muhaimin Minta Menteri Susi Tinjau Pelarangan Penangkapan Bibit Lobster

    Muhaimin Iskandar beserta rombongan dan para nelayan di Kute Lombok Tengah
    LOTENG, SEPUTARNTB. Keputusan Menteri perikanan dan Kelautan no 1 tentang pelarangan penangkapan bibit lobster  berdampak signifikan bagi nelayan. Ribuan nelayan dari sembilan desa di Kabupaten Lombok Tengah kini menjadi pengangguran.

    Ribuan nelayan yang menggantungkan hidupnya dari menangkap bibit lobster kini harus pasrah, kondisi tersebut semakin di perparah akibat cuaca yang tidak bersahabat merekapun tidak bisa melaut. Para nelayan berharap pemerintah memberikan solusi akibat pemberlakuan kepmen tersebut. 

    Salah satu nelayan penangkap bibit lobster, Sabri mengatakan bahwa dampak yang paling di rasakan akibat pelarangan penangkapan bibit lobster selain meningkatnya angka putus sekolah karena ketiadaan biaya persoalan sosialpun mulai muncul kembali. ia mengatakan sejak enam bulan terjadi peningkatan aksi pencurian dan perampokan. "Hampir tiap malam ada saja warga yang kemalingan" ungkap Sabri.

    Selain itu ia juga meminta sembilan rekannya yang di tahan pihak kepolisian karena menangkap bibit lobster agar di bebaskan. "kami meminta agar aparat kepolisian membebaskan reka-rekan saya, mereka hanya mencari rezeki tidak melakukan kejahatan". Ungkapnya. 

    Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa yang juga Ketua Dewan Pembina Gerbang Tani, Muhaimin Iskandar saat melakukan kunjungan ke kampung nelayan di Kuta Kabupaten Lombok Tengah (Minggu,14/5), meminta agar Menteri Susi meninjau kembali Keputusan Menteri No 1 tentang pelarangan penangkapan bibit lobster tersebut.

    Menurut Muhaimin semestinya sebelum pemberlakuan Kepmen tersebut seharusnya ada sosialisasi dan pembinaan kepada para nelayan. Muhaimin juga meminta kepada kepolisian untuk mempertimbangkan kembali penangkapan terhadap nelayan tersebut.

     "Saya meminta agar bu menteri mempertimbangkan kembali pemberlakuan kepmen tersebut, harus ada solusi kasihan nelayan kini tidak bisa berusaha." Paparnya. 

    Muhaimin juga menegaskan Gerbang Tani akan mendampingi nelayan yang di tangkap oleh aparat kepolisian. Pria yang lebih akrab dipanggil Cak Imin ini  menjelaskan, Gerbang Tani wilayah NTB akan membantu advokasi bagi para nelayan tersebut dan berharap persoalan para nelayan ini akan segera terselesaikan dengan baik. 


    (ft)                        

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad