Header Ads

  • Breaking News

    SAFARI PERTAMA, BUPATI LOMBOK BARAT INGATKAN KEUTAMAAN RAMADHAN

    Suasana Safari Ramadhan di Desa Sekotong
    LOBAR,SEPUTARNTB. Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi bulan untuk berpuasa saja, namun menjadi ajang perbaikan bagi diri pribadi setiap muslim.

    Hal itu disampaikan dalam Tausiyyah singkat oleh TGH M. Ilham,  salah seorang ulama' dan da'i yang masuk dalam Tim Safari Ramadhan 1438 Hijriyah Patut Patuh Patju Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Masjid Raudlatul Jannah Telaga Lebur Sekotong Senin  malam (29/05).

    Tuan Guru yang rajin berdakwah di desa-desa pelosok ini mengingatkan tentang aneka keutamaan bulan suci Ramadhan.

    "Di antaranya adalah sebagai bulan untuk membaca Al-Qur'an, karena Bulan Ramadhan adalah bulan tempat diturunkannya Firman Allah dalam Al-Qur'an," paparnya dengan mencontohkan program bagus dan rutin dilaksanakan oleh Bupati setiap bulan untuk Khatamul Qur'an.

    Kiyai yang juga aktif di MUI ini pun menjabarkan keutamaan lain dari Bulan Puasa yang oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  dijadikan ajang silaturrahmi dengan masyarakat. 

    "ini menjadi jembatan untuk Pemerintah menyapa rakyatnya, sekaligus mendengarkan langsung aspirasi masyarakat," ujarnya sambil mengisahkan pengalaman berpuluh tahunnya menjadi anggota tim safari. 

    Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid bersama Tim  benar-benar memanfaatkan moment safari itu. Tidak hanya untuk mendengar aspirasi, namun juga mendorong masyarakat agar bersama-sama menggerakkan pembangunan. 

    "Tidak ada pemimpin dan rakyat yang tidak ingin sejahtera. Tugas pemimpin adalah mensejahterakan rakyatnya, namun tidak akan berhasil tanpa keterlibatan bersama-sama antara pemimpin dengan rakyatnya," ujar Fauzan. 

    Karena itu, Mantan Ketua KPUD NTB ini mendorong warga Sekotong untuk terlibat aktif dalam program pembangunan ekonomi yang disiapkan.

    Fauzan menyebutkan Usaha Garam Rakyat dari Sekotong saat ini sudah kelelahan menerima permintaan pasar. Apalagi saat ini Fauzan telah menetapkan regulasi yang mewajibkan para PNS menggunakan produk garam beryodium asal Sekotong. 

    Tidak hanya itu, ia pun menuturkan bahwa saat ini Pemkab Lobar merancang aturan serupa untuk mengharuskan SKPD membeli bahan makan minum rapat dan konsumsi lainnya dari produsen lokal warga sekitar. 

    "Nilai makan minum kita tidak tanggung-tanggung. Lebih dari 23 Milyar dalam APBD untuk semuanya, mulai dari kantor-kantor SKPD,  DPRD, Sekolah, dan lain sebagainya," ujarnya sambil memastikan itu berlaku tahun ini.

    Dalam kesempatan itu juga,  Suami Hj. Khaeratun ini mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai bulan membersihkan hati. 

    "Usir sifat iri, dengki, takabur dan lainnya. Kalo masih ada sifat semacam itu, kemungkinan besar pahalanya tidak sampai ke Allah SWT,” pesannya menegaskan keutamaan Bulan Ramadhan. 

    Dalam kegiatan Safari Ramadhan ini juga diselingi dengan pemberian bantuan bagi pembangunan masjid, mushala dan masyarakat. (ft/hms)                        

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad