Header Ads

  • Breaking News

    Warga Sakra Demo Ke Kantor Camat



    LOTIM, SEPUTARNTB. Ratusan warga Sakra yang tergabung dalam masyarakat wilayah Kecamatan Sakra Bersatu Senin (8/5) melakukan aksi dengan long mach dari depan kantor Desa Sakra menuju kantor Camat Sakra yang jaraknya kurang lebih satu kilometer.

    Aksi yang dilakukan warga Sakra menuntut agar pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindutrian dan Perdangan Lotim, camat dan kontraktor bertanggungjawab atas kondisi lapangan Sakra yang sampai saat ini belum dilakukan normalisasi sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

    " Sebagai warga tentunya menuntut pihak-pihak yang bertanggungjawab atas penggunaan lapangan Sakra untuk relokasi pedagang, karena setelah itu tidak ada normalisasi dilakukan pihak Disperindag maupun kontraktor," teriak L. Junaidi dalam orasinya di depan kantor Camat.

    Para massa aksi dengan kondisi lapangan Sakra yang tidak layak digunakan untuk tempat olahraga, sehingga menyebabkan beberapa kejuaraan yang selalu diikuti tidak bisa karena alasan kondisi lapangan yang jauh dari kondisi layak.

    " Terus terang banyak warga yang menjadi sakit gara-gara tidak pernah olahraga, akibat lapangan yang digunakan untuk berolahraga tidak bisa," kata orator lainnya, Marjan.

    Sementara itu beberapa perwakilan massa kemudian diterima Camat Sakra, L.Syafrudin bersama unsur muspika kecamatan Sakra. Dalam penjelasannya kalau pemerintah kecamatan tidak memiliki wewenang dalam persoalan ini. Melainkan hanya bisa menfasilitasi dengan pihak yang bertanggungjawab atas masalah apa yang menjadi tuntutan warga.

    Dalam hal ini Disperindag dan kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, sehingga tugas Camat hanya menjaga agar tidak terjadi apa-apa, sehingga inilah yang harus dipahami warga semuanya.

    " Intinya dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak Disperindag Lotim mengenai masalah ini, termasuk juga meminta pertanggungjawaban kontraktornya agar persoalan ini cepat selesai," kata Syafrudin.

    Kemudian setelah ada kata sepakat antara massa aksi dengan pemerintah kecamatan, lalu massa aksi membubarkan diri dengan tertib dengan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian. (Rz)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad