Header Ads

  • Breaking News

    Komoditas Pangan Dipastikan Aman Sampai Idul Adha

    Pengecekan stok beras dan gula di salah satu gudang Bulog⁠⁠⁠⁠
    MATARAM, SEPUTARNTB. Stok ketersedian pangan di Kota Mataram dipastikan aman selama bulan Ramadhan, Idul Fitri, sampai dengan Idul Adha mendatang setelah Pemerintah Kota Mataram mengundang para distributor bahan pangan, perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre NTB, dan OPD terkait lingkup Kota Mataram untuk membahas ketersediaan stok komoditas pangan strategis di Ruang Kenari Kantor Wali Kota Mataram pada Rabu (31/05/17).

    Rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito ini sebagai tindak lanjut hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi sebelumnya oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram terkait hal yang sama.

    Mengawali rapat, Kadivre Bulog NTB,H.Ahmad Ma'mun memaparkan stok beras dan gula pasir dari Bulog yang menjamin stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sepanjang bulan Ramadhan sangat aman.

    "Stok gula pasir yang ada di Bulog sejumlah 403 ton, akan segera masuk lagi tambahan stok sejumlah 1.500 ton. Sedangkan untuk beras terdapat stok sebesar 12,5 ribu ton sebagai stok cadangan. Dalam hal harga beras, secara nasional harga beras di Kota Mataram termasuk baik," paparnya.

    Ia mengatakan Harga beras inilah yang harus dijaga agar tetap berada di tingkat wajar,
    sehingga Bulog mengusulkan agar Pemerintah Kota Mataram mempelopori penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

    “Belum ada HET untuk harga beras. Itu mengkhawatirkan mengingat banyaknya produksi beras NTB yang keluar, justru nanti kita bisa kurang, bisa mempengaruhi kenaikan harga,"ungkapnya.

    Sementara dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Kota, Mataram Lalu Alwan Basri, secara umum harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Mataram cukup stabil meskipun beberapa jenis bahan makanan mengalami kenaikan harga  tidak signifikan. 
    Yang menjadi kekhawatiran saat ini justru adalah ketersediaan dan harga daging sapi.

    Menurut informasi yang diperolehnya dari pedagang, menjelang hari raya Idul Fitri diperkirakan harga daging sapi bisa mencapai 180 ribu rupiah per kilogram. Sehingga perlu melibatkan dinas lain, dalam hal ini Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram untuk ketersediaan stok. 

    Begitupun upaya untuk mendatangkan stok daging sapi dalam bentuk daging beku belum mendapat tanggapan yang baik dari masyarakat. 

    "Beberapa kali pasar murah kami pasarkan, tapi relatif kurang peminat. HET 80 ribu pun masih kurang peminat”, terang mantan kabag Humas kota Mataram itu.

    Disamping itu,lanjutnya, untuk membantu masyarakat Kota Mataram mempersiapkan hari raya Idul Fitri, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga akan menggandeng para distributor dan pihak-pihak lain untuk menggelar pasar murah terintegrasi di masing-masing kecamatan yang ada di Kota Mataram. 

    Ia menjelaskan ,sampai saat ini pihaknya telah mendapat kepastian empat lokasi dari enam kecamatan di Kota Mataram, yang diutamakan di wilayah-wilayah padat penduduk. 

    "Keempat titik lokasi pasar murah terintegrasi yang akan mulai dibuka dua minggu sebelum hari raya Idul Fitri adalah di Kelurahan Babakan, Abian tubuh, Ampenan Utara, dan Dasan Agung. Dua titik lokasi lain di dua kecamatan akan menyusul untuk ditentukan kemudian," jelasnya

    Menanggapi paparan yang disampaikan oleh para peserta rapat, Sekda Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito menyatakan kendati pihaknya yakin stok komoditas pangan di Kota Mataram aman, dalam arti stok akan selalu tersedia. Namun demikian dirinya berharap kerjasama dari distributor untuk menghadapi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga, agar dapat memberi ketenangan pada masyarakat dan menghindarkan kepanikan yang diperkirakan akan mengganggu fluktuasi harga. 

    Hal tersebut, ungkanya, dilakukan dengan  memastikan ketersediaan stok pangan, harga yang terjangkau, distribusi yang lancar, serta komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Apalagi di tahun 2017, turut dilibatkan pula pihak kepolisian sebagai Satgas Pangan yang secara langsung ikut membantu mengontrol harga. “Intinya stok komoditas pangan strategis kita aman”, tutupnya. (ft/hms)                        

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad