Header Ads

  • Breaking News

    PRAKTEK PERCALOAN MASUK PERGURUAN TINGGI MARAK, OKNUM DIKES DIDUGA JADI EKSEKUTOR

    MATARAM, SEPUTARNTB. Memasuki perguruan tinggi ternama di setiap daerah dengan melalui percaloan sudah sering terjadi. Bahkan sampai saat ini prakteknya masih marak terjadi di NTB, hal itu terbukti dengan keterlibatannya salah seorang oknum Pegawai Dinas Kesehatan (Dikes) Provinsi inisial YN yang sebagai Eksekutor percaloan tersebut di salah satu perguruan tinggi Kesehatan dan Kebidanan di Kota Mataram. 

    YN juga diketahui berprofesi sebagai Dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Mataram. Sejauh ini, YN sudah memiliki 5 mahasiswa yang masuk lewat dia melalui jalur percaloan tersebut. Adapun biaya percaloan yang harus dibayar oleh calon mahasiswa itu, kisarannya rata rata diatas Puluhan Juta rupiah. "Kalau masuk kesehatan ini yang penting ukuran tinggi badannya, kalau untuk tes lainnya bisa kita atur," jelasnya.

    Dalam kasus ini Waratawan coba menelusuri informasi lebih mendalam terkait praktek tersebut. Sebab, Diketahui praktek percaloan tersebut merupakan bagian dari praktek Pungutan Liar (Pungli) yang seakan menjadi Bumerang dan menjadi ancaman serius di Negeri ini. 

    Dari beberapa hasil percakapan melalui Chat dengan beberapa orang yang pernah masuk lewat calo itu, membenarkan kalau kisarannya rata rata diatas puluhan juta. "Benar sudah, kalau tes yang lain gampang mereka atur, tapi yang penting kalau di kesehatan itu tinggi kita minimal 150 cm baru kita akan bisa lolos dengan memberikan orang itu (Calo-red) uang tanda terimaksih yang jumlahnya hingga puluhan juta tersebut," Katanya sembari tidak mau disebutkan namanya.

    Pada kesempatan itu diakuinya, YN yang juga di duga sebagi pegawai Dikes Provinsi sekaligus Dosen sepertinya memiliki jaringan yang kuat pada praktek tersebut. Sehingga sampai saat ini, dia masih bebas bergeriliya melancarkan aksinya sebagai calo di beberapa perguruan tinggi yang menjadi incaran masyarakat baik yang ekonominya menengah keatas maupun yang menengah ke bawah. 

    Sementara sebelumnya di depan beberapa media, Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli Kota Mataram H. Mohan Roliskana. Ia menegaskan, pencegahan pungutan liar  akan dilakukan oleh tim seperti di instansi pelayanan perizinan, pelayanan public serta pengadaan barang dan jasa. Namun, sejauh ini perhatiannya lebih banyak difokuskan kepada pencegahan di lingkungan pendidikan. "Karena di wilayah pendidikan paling rawan terjadi, makanya kita lebih menyorotinya," bebernya.

    Pencegahan yang akan dilakukan oleh tim saber pungli yaitu dengan cara melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat bisa melaporkan secara langsung kepada tim jika ada indikasi terjadi pungli melalui nomor yang sudah disiapkan. Selain laporan, tim juga menerima masukan masyarakat.

    Sejumlah kepala SKPD yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat juga menjadi bagian dari tim saber pungli. Adapun SKPD tersebut diantaranya Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan juga Dinas Pelayanan Perizinan. 

    "Sebagian besar SKPD sudah menjadi bagian dari tim saber pungli, makanya harus bisa kita lihat beberapa oknum yang ingin memanfaatkan momen, terutama momen penerimaan mahasiswa baru dan siswa baru nantinya," Tutup Mohan.


    (Mr)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad