Header Ads

  • Breaking News

    Diterpa Sejumlah Isu Miring, Begini Jawaban Kakanwil Kemenag NTB

    Diterpa Sejumlah Isu Miring, Begini Jawaban Kakanwil Kemenag NTB
    Mataram, Seputar NTB - Perahu Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat (Kemenag NTB) kini secara resmi telah di Nakhodai oleh Nasaruddin. Setelah melalui proses cukup panjang, Putra asli Lombok Timur itu kini bisa duduk sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag NTB. Namun, sejumlah isu miring terhadap dirinya masih menerpa hingga kini. Mulai dari, isu miring tentang “bermain mata” dengan partai politik, dugaan korupsi, hingga desakan untuk mundur atau di lengserkan dari kursi Kakanwil. Kendati demikian, semua tudingan tersebut dibantah santai oleh Nasaruddin. Bahkan semua tanggapan miring itu dianggap fitnah dan mengada-ada.

    Nasarudin yang ditemui dikantonya, baru-baru ini, mengaku Ia menjadi Kakanwil itu melalui proses sesuai dengan mekanisme yang berlaku di setiap instansi pemerintahan. “Melalui proses assesment dan wawancara, semuanya” ungkapnya. Dari sekian banyak perserta yang di seleksi secara nasional, hanya ia yang terpilih menjadi kepala kantor kementerian agama provinsi NTB.

    Menjawab, komentar politisi senayan DPR RI komisi VIII, yang menuntut dirinya harus mundur sebagai kepala Kanwil NTB karena tersandung sejumlah persoalan hukum menurutnya tidak masalah. “Saya belum mendengar secara langsung. Tudingan itu tidak mendasar. Ia hanya bicara-bicara. Kenapa dia tidak membuktikan”, ungkapnya. 

    Sementara itu, tudingan “main mata” dengan partai politik sehingga bisa melanggeng mulus menduduki kursi kakanwil NTB pun dibantahnya. Tudingan tersebut dinilai mengada-ada. “Partai mana? Saya sendiri ndak tau partai politik. Kita kan ndak pejabat politik”, tegasnya.

    Selain itu, isu dugaan korupsi saat dirinya menjabat sebagai Kepala kantor kemenag kabupaten Lombok timur yang menyebabkan kerugian Negara senilai lebih dari Rp 470 juta itu pun dihadapinya. Dikatakan Nasaruddin, setiap instansi pemerintah memang harus dilakukan audit, baik itu audit dari inspektorat, BPK, BPKP bahkan KPK. “Bohong-bohongan itu, tidak ada seperti itu. Temuan apa itu, ndak jelas seperti apa”, kesal Nasrudin.

    Sebelumnya, Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong, mendesak Menteri Agama untuk segera mencopot Kakanwil Kemenag NTB, karena diduga “main uang” dengan salah satu partai politik. “Jika terbukti main uang atau main mata dengan salah satu partai politik dengan tujuan tertentu, maka saya minta dengan tegas segera dipecat, dan KPK harus segera mengusut kasus tersebut”, tegas Ali Taher.

    Terkait pelantikan Kakanwil Kemenag NTB, Nasaruddin, oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beberapa waktu lalu, meski telah diberikan sangsi hukuman, sesuai UU Aparatur Sipil Negara (ASN), kata Ali Taher, pegawai ASN atau PNS yang sedang bermasalah hukum tidak boleh diberikan posisi strategis.

    Sementara itu, Nasaruddin menanggapi santai desakan mundur dari gedung senayan tersebut. “Ndak taulah itu, mungkin dari pihak yang tidak senang dengan saya sebagai kakanwil”, pungkasnya. Ia mempersilahkan pihak manapun untuk bisa menemukan dan membuktikan jika dirinya melakukan pelanggaran. (LN)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad