Header Ads

  • Breaking News

    Kecewa Dengan Kinerja Polda NTB, Kasus Hilangnya Direktur RSUP NTB Lebih Sulit Dari Temukan Teroris?

    Kecewa Dengan Kinerja Polda NTB, Kasus Hilangnya Direktur RSUP NTB Lebih Sulit Dari Temukan Teroris?
    Mataram, Seputar NTB - Masih ingat dengan kasus hilangnya sosok dokter Mawardi kan? Ya. Tentunya masih segar dalam ingatan kita dengan hilangnya Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat (RSUP NTB) sejak tanggal 26 Maret 2016 lalu yang terkesan misterius itu. Hilangnya salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut hingga kini masih menjadi sorotan banyak pihak. Sejumlah kalangan pun mempertanyakan mengapa hampir dua tahun dokter Mawardi hilang namun tak kunjung ditemukan. Tidak sedikit masyarakat kecewa dengan kinerja kepolisian Polda NTB yang menangani kasus tersebut. Selain itu, pihak pemerintah provinsi (pemprov) NTB juga menjadi sorotan karena terkesan bungkam.

    “Kinerja polda terkait kasus ini tidak ada kejelasan. Dia (dokter mawardi, red.) hilang, dia mati, masih berada atau ndak? Ini kan lucu pak. Teroris aja 24 jam bisa ditemukan. Dilubang semut dia sembunyi ketemu”, kesal Direktur Nusa Tenggara Depelopment Institute (NDI), Abdul Majid kepada media ini baru-baru ini..

    Dikatakan Majid, sebelum bulan Desember 2016 Polda NTB pernah membuat pernyataan jika sinyal telpon seluler (HP) dokter Mawardi masi ditemukan. “kalau sinyal HP ditau kenapa orangnya tidak ditemukan, kan gila namanya”, ketusnya. Majid juga tidak mau berandai-andai dan menuding siapapun terkait hilangnya salah satu putra daerah itu. “Dihilangkan atau menghilang. Itu pertanyaan kita. Sengaja hilangkan diri atau dihilangkan”, tegasnya.

    Karena mengaku kecewa dengan kinerja Polda NTB serta terkesan bungkamnya pihak Pemprov NTB, beberapa waktu lalu kasus tersebut dilaporkan aktivis NDI ke Mabes Polri serta ke Komnas HAM. Bahkan, majid berjanji akan menyuarakan kasus tersebut ke gedung rakyat di Senayan Jakarta. “Dalam waktu dekat kita akan hearing dengan komisi III DPR RI. Kita sudah bersurat meminta untuk dijadwalkan”, ungkapnya.

    Majid juga mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan pernyataan di media pada tanggal 26 desember 2016 yang kemudian pada tanggal 29 desember dijawab melalui komentar kapolda NTB yang waktu itu di jabat Brigjen Umar Septono, bahwa polisi telah menemukan transaksi baru di rekening dokter Mawardi pada tanggal 28 desember.

    “Namun sayang polisi tidak melanjutkan penelusuran ke OJK, dan ke bank,. Kalau dilanjutkan pasti ketemu. Tapi ini tidak dilanjutkan”, sesal Majid.

    Selain luapan kekecewaannya dengan kinerja Polda NTB dan bungkamnya pemprov NTB, Majid juga mempertanyakan aturan ASN di pemrpov NTB yang terkesan tidak terbuka, mengingat status ASN dokter Mawardi yang hingga kini dianggapnya tidak jelas pasca menghilang secara misterius. “Sampai detik ini tidak ada surat pemecatan dan gajinya masih lancar. Belum ada berita, Pemprov diem pak”, cetusnya.

    Tidak sekedar ucapan, aksi nyata pencarian sosok dokter Mawardi pun terus dilakukan Majid dan anggotanya dengan memasang sedikitnya 150 spanduk dan baliho yang tersebar di seluruh pulau Lombok. “Dalam waktu dekat kita akan pasang juga 150 lagi di Pulau Sumbawa”, tutupnya. (LN)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad