Header Ads

  • Breaking News

    Kayu Sonokeling Ilegal Diamankan Polda NTB

    Kayu Sonokeling Ilegal Diamankan Polda NTB
    Mataram, Seputar NTB - Personel Subdit IV Ditreskrimsus Polda NTB mengamankan 870 batang kayu Sonokeling yang diduga ilegal di Jalan Raya Gerung menuju Lembar Lombok Barat (Lobar).

    Kayu ini dibawa menggunakan satu unit truk fuso box dengan nomor polisi (nopol) L 9186 UN.  Fuso tersebut diamankan karena mengangkut kayu jenis Sonokeling dengan  dokumen kayu berupa satu lembar nota angkutan yang tertera berjumlah 636 batang. Dokumen itu ditanda tangani oleh pemilik kayu berinisial MG beserta lampiran ukuran kayu dan satu unit lembar Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) khusus untuk pengangkutan hasil hutan.  ‘’ Fuso yang membawa kayu ini kita amankan pada hari Rabu tanggal 27 September 2017 sekitar pukul 23.00 Wita di jalan raya Gerung menuju Lembar. Tepatnya di depan kantor pendapatan Kabupaten Lobar. Truk diamankan karena dokumen kayu terlihat mencurigakan,’’ ujar Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie saat memberikan keterangann di Mapolda NTB  Jumat kemarin.

    Polisi lalu melakukan pengecekan (lacak balak)  bersma dengan ahli Dinas Kehutanan (Dishut) NTB dan KPH Rinjani Barat terhadap dokumen asal kayu Sonokeling yang dilampirkan. Diperoleh keterangan, kayu Sonokeling ini  dari tiga tempat. Salah satunya dari Kuripan Lobar.

    Hasil yang didapatkan petugas terdapat lima tonggak kayu Sonokeling. Namun keterangan ahli mengatakan  dua dari lima tonggak kayu Sonokeling tersebut sudah berumur lebih satu tahun. Sehingga tidak dapat dijadikan sebagai dasar sisa tebangan dari kayu Sonokeling yang diangkut tersebut.

    Petugas juga melakukan perhitungan ulang terhadap kayu Sonokeling yang dibawa oleh fuso tersebut. Hasilnya ada  870 batang dan sangat jauh berbeda dengan jumlah yang tertera dalam dokumen milik MG yaitu sejumlah 636 batang. ‘’ Jumlahnya berbeda dengan yang terterra dalam dokumen. Yang kita amankan ini sejumlah 870 batang. Sedangkan di dalam dokumen tertulis 636 batang. Dari hasil relas (kehilangan kayu) dari KPH Rinjani Barat banyak kehilangan kayu Sonokeling di dalam hutan Mareje Bonga RTK 13 yang berada di Kabupaten Loteng dan Lobar. Jika dilihat dari sisa tonggak kayu, ditebang sekitar dua sampai empat bulan yang lalu,’’ ungkapnya.

    Dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan, terungkap  kayu tersebut miliki MG dan berasal dari lokasi lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan atau berasal dari kawasan hutan. Oleh karena itu, MG selaku pemlik kayu ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Meski demikian, penetapan tersebut tidak dibarengi dengan melakukan penahanan terhadap tersangka. ‘’  MG (pemilik kayu) sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dapat diproses hukum karena diduga telah melakukan tindak pidana pidana bidang kehutanan,’’ terangnya.

    Barang bukti berupa satu unit truk fuso kepala merah box kuning beserta 870 kayu Sonokeling yang diduga ilegal ini masih diamankan di Mapolda NTB sebagai barang bukti. Rencananya  ratusan kayu Sonokeling ini  akan dibawa menuju Jawa Timur.

    Akibat perbuatannya, MG terancam dijerat dengan pasal 87 ayat (1) huruf b jo pasal 12 huruf I Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun serta denda paling banyak Rp 2,5 miliar. (BY)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad