Header Ads

  • Breaking News

    Mi6 : SukMa jangan demam panggung, yang lain (Paslon) jangan diam saja


    Mataram Seputar NTB,-Dianggap masih menguasai popularitas dan elektabilitas suara di Lombok Timur, Paket SukMa (Sukiman-Rumaksi) jangan merasa di atas angin. Pasalnya konstelasi pesaingan politik dalam Pilbup (Pemilihan Bupati) Lombok Timur dirasa masih sangat dinamis. Terlebih pendaftaran Cabup-Cawabup Lotim belum resmi dibuka oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan perolehan popularitas serta elektabilitas yang diraih pasangan SuMa merupakan hasil survey sementara. Kendati demikian Paslon lain jangan diam saja. 

    "Untuk itu SukMa tidak boleh terlena dengan capaian rating elektabilitas politik sementara, karena gong pertandingan belum resmi dibuka. Sementara itu paket Paslon lain Samsul Lutfi Zulkifli dan HaRum harusnya lebih kreatif dalam meraih simpati  pemilih." Demikian dikatakan Mi6 dalam siaran pers yang disampaikan ke Media, Minggu 19/11/2017.

    Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, SH,. Khususnya Sukiman, semenjak iya (Sukiman-red) divonis bebas murni oleh Majelis Hakim Tipikor (Tindak Pidana Korupsi), popularitas Sukiman-Rumaksi melejit sebagai Paslon. Beberapa bocoran lembaga survey melihat trend elektabilitas paket SukMa.

    " Tapi itu dulu, di awal-awal momentum Sukiman divonis bebas," ujarnya. 

    Mengerucutnya Paslon lain seperti Samsul Lutfi -Zulkifli maupun Khaerul Warisin- Machsun mengakibatkan konstelasi pilkada Lombok Timur makin dinamis dan unpredictable, sulit ditebak preferensi politiknya, khususnya ditingkat basis karena munculnya the rising star dibarisan Cawabup (Calon Wakil Bupati).

    " Selama ini  opini terbangun sebatas asumsi tentang kekuatan dan mesin politik para Paslon tersebut," ujar Didu panggilan akrab Direktur Mi6 sembari kembali mengatakan kalau ada survey baru sebatas informasi Calon Bupati. Hal tersebut kemudian menjadi barometer kekuatan elektabilitas masing-masing Paslon, sehingga Kepada Paslon yang lebih tinggi popularitasnya jangan merasa menang dahulu. 

    Seiring makin mendekatinya waktu pendaftaran di KPU,  lanjut Didu, semua Calon Bupati Lombok Timur, di mata Mi6 masih belum bisa menunjukkan geliat politik yang reel dalam meraih simpati pemilih di luar loyalis vottersnya. Sementara paket SukMa masih dianggap sebagai cermin pertemuan blok selatan dan blok utara daerah Lombok timur. 

    "SukMa masih diasumsikan unggul dibanding paket lain karena mencerminkan perimbangan kekuatan politik utara-selatan, dan adanya kesan di masyarakat bahwa SukMa sudah dianggap memenangkan Pilkada Lotim, meski pendaftaran di KPU belum dimulai", tegas Dirut Mi6 tersebut.

    Meski demikian tentu saja hal tersebut belum bisa memastikan kemenangan pasti untuk SukMa, sementara Paslon lain seperti Samsul Lutfi-Zulkifli dan Paket HaRum seharusnya lebih kreatif dalam meraih simpati pemilih agar nuansa Pilkada Lombok Timur lebih dinamis dan semarak. Mengingat ada kesan bahwa suasana greget Pilkada Lotim cenderung biasa saja dibanding suasana Pilkada di wilayah lain. 

    " APK (Alat Praktik Kampanye) yan terpasang rata-rata dengan ukuran minimalis". Ungkapnya.

    Rumor yang beredar mengenai Paslon linier dalam kancah Pilbup Lombok Timur dengan Pilgub NTB, dinilai Didu juga menjadi salahsatu indikator politik yang mempengaruhi gelagat politik di panggung Pilbup kali ini, sehingga masuk akal jika pasangan Samsul Lutfi-Zulkifli menunda waktu deklarasi, diasumsikan Paslon ini masih menunggu kepastian terbentuknya koalisi linier yang rencananya akan direalisasikan beberapa hari ke depan. 

    " besar kemugkinan Partai Demokrat akan mempelopori koalisi ini untuk semua tingkatan Pilkada serentak di NTB" ungkapnya. 

    Disebutkannya juga kemungkinan koalisi ini akan diisi oleh beberapa partai besar di antaranya PAN, PKS, dan PBB.Sementara itu, koalisi linier diperkirakan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja-kerja politik di wilayah basis agar hasil suara konstituen di Pilbup, Pilwakot dan Pilgub NTB dapat tertib dan selaras.

    Mengenai Paslon lain, tentu saja paket HaRum (Khaerul Warisin-Machsun) sebagai incumbent tidak ingin menjadi pecundang dan tidak ingin dipermalukan dalam Pilkada Lombok Timur kali ini. Pasangan ini berniat meraih kembali succes storynya pada Pilkada 2013 lalu. Begitu juga dengan paket Samsul Lutfi-Zulkifli yang merupakan sosok yang dicitrakan sebagai penerus trah kepemimpinan NW (Nahdatul Wathan) tentunya akan berjuang mati-matian dalam kontes politik Lombok Timur saat ini,  pasalnya Paslon ini tidak ingin mengulang sejarah buruk kekalahannya pada Pilkada 2013 lalu. 

    "Pastinya Paslon ini akan benar-benar merawat dan menjaga secara ketat kantong suara basisnya (NW), agar tidak kecolongan Paslon lain", tambah Didu.

    Selanjutnya Dirut Mi6 ini mengatakan tidak bisa dipungkiri, bahwa di lapangan paket SukMa memiliki progres elektabilitas yang belum tegoyahkan di mata masyarakat lombok timur .

    " Meskipun begitu,  SuKMa belum tentu memenangi Pilkada Lombok Timur jika basis-basis konstituennya tidak dirawat dengan baik," tambah Didu. 

    Mi6 melihat  suara swing votter di Pilkada Lombok Timur masih cukup tinggi. Ini artinya setiap Paket Calon yang tampil masih memiliki peluang yang sama untuk memenangi kontes politik ini." Meskipun elektabilitas SuKMa masih tinggi , tapi itu tidak mencerminkan perolehan suara di TPS," pungkasny.(SE)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad