Header Ads

  • Breaking News

    PDAM Tirta Ardhia Rinjani Fokus Pembenahan


    Lombok Tengah, Seputar NTB,- Mengejar target pelanggan sebanyak banyaknya ternyata tidaklah elok sementara pelayanan masih sangat minim. Oleh karena itu mengabaikan pemasangan meter baru untuk konsumen demi fokus kepada pembenahan segala sektor dianggap sangat tepat dengan harapan sistim pelayanan akan lebih baik lagi.

    Itulah yang kini dialami oleh PDAM Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah. Pihak PDAM untuk sementara waktu menghentikan atau menunda pemasangan sambungan rumah (SR) baru untuk pelanggan. 

    Ada beberapa alasan penundaaan pemasangan yang dinilai perlu dilakukan oleh PDAM diantaranya banyaknya tunggakan rekening air bersih dimasing masing Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga mengganggu kinerja dari PDAM itu sendiri. Disamping itupula PDAM tengah fokus untuk memperbaiki pipa jaringan distribusi air melalui pipa transmisi termasuk juga sistem jaringannya, serta meminimalisir kehilangan air akibat dari kebocoran pipa termsuk juga membenahi sistim pengadminitrasian dimasing masing UPT.

    Saat ini surat edaran penundaan sementara waktu pemasangan SR baru sudah diterima masing masing UPT dan sekarang seluruh UPT sudah mulai bergerak sesuyai dengan perintah direksi. 
    Pertanyaannya, sampai kapan akan dihentikan sementara pemasangan baru sementara daftar tunggu pemasangan sangat banyak ?. 

    Direktur Utama PDAM Kabupaten Lombok Tengah melalui Direktur Teknik PDAM L.Sukemi Aliantara mengatakan proses pemasangan baru baru bisa dilakukan lagi setelah seluruh UPT menyelesaikan semua instruksi yang sudah dikeluarkan oleh direksi. Jika UPT yang bersangkutan sudah menyelesaikan segala persoalan yang diminta maka proses pemasangan baru baru bisa dilakukan.

    “Batas waktu penghentian pemasangan baru tidak disebutkan namun jika semua instruksi sudah dilaksanakan oleh UPT  maka PDAM akan kembali membuka pendaftaran pasang meter baru, jadi sampai kapan dihentikan tergantung dari kecepatan UPT menyelesaikan persoalan yang ada di UPT masing" jelasnya.
    Sementara itu Kepala UPT PDAM Kecamatan Praya L.M.Lutfie mengatakan setelah menerima surat edaran dari Dirut, pihaknya langsung bergerak. Fokus utama yang dilakukannnya adalah meminimalisir tunggakan yang cukup besar. 
    Dia mengakui sudah menerima banyak pendaftar baru akan tetapi belum bisa dilayani mengingat sedang fokus pembenahan internal.
    “Yang paling banyak minta adalah para pengembang real estate atau perumahan rakyat namun kita tolak mengingat kita sedang menjalani instruksi Direksi untuk fokus pembenahan” jelasnya. (LA)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad