Header Ads

  • Breaking News

    Perkenalkan Budaya KLU Dimata Dunia Melalui Gawe Beleq Lombok Utara Jilid III


    Lombok Utara, Seputar NTB, - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Lombok Utara (IPMLU) di Yogyakarta secara resmi telah menghelat acara gawe beleq Lombok Utara jilid III, Kamis (9/11). Acara itu dilangsungkan di Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 sekitar pukul 07.20 Wib.

    Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Lombok Utara (IPMLU) Yogyakarta Raden Winata Dharmajaya mengatakan, acara yang dihajatkan sebagai agenda tahunan itu, kali ini mengambil tema "Kembang Rempe" dan diharapakan menjadi salahsatu wadah dalam ajang promosi adat nan budaya Lombok Utara.

    "Acara ini sudah ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan masyarakat di Yogyakarta, dan tentu sebagai upaya dalam mempromosikan potensi yang dimiliki oleh Lombok Utara," katanya mengawali acara dengan sambutan.

    Menurutnya, Gawe beleq pertama kali digelar pada tahun 2015. Dengan adanya support penuh dari pemerintah daerah sehingga ditahun ketiga ini acara tetap bisa berjalan. Pihaknya berharap apa yang menjadi hajatan bisa sukses dan memberi dampak dalam kemajuan KLU.

    "Saya ingin menyampaikan terimakasih atas dukungan penuh pemerintah, mahasiswa dari seluruh Indonesia di sini dan masyarakat. Melalui ini, adalah bentuk konsistensi kami dalam mempromosikan budaya dan adat kita," ucapnya.

    Pantaun Seputar NTB, setidaknya terdapat ratusan masyarakat Yogyakarta memadati areal monumen. Mereka cukup antusias menikmati sejumlah atraksi yang disuguhkan. Mulai dari gendang beleq, tari rebab, presean, reog Ponorogo, cilokak, tari kembang rempe, dan teater. Dalam acara ini juga, pemda KLU juga secara resmi menjadikan IPMLU sebagai duta kesenian dan budaya di Yogyakarta.

    Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar mengungkapkan, daerah yang ia pimpin sudah mengalami perkembangan signifikan dari sisi pariwisata pun dengan budayanya. Adanya promosi yang di inisiasi oleh mahasiswa di daerah sarat sejarah dan budaya (Yogyakarta)adalah langkah awal dalam menunjukkan keseriuran KLU.

    "Kekayaan budaya Lombok Utara terus dilestarikan dan diperkenalkan. Inilah saatnya seluruh Indonesia bahkan dunia tahu," ungkap Najmul.

    Sebagai daerah dengan tagline destinasi wisata dunia, Lombok Utara tidak hanya sekadar menonjolkan sisi pariwisatanya. Budaya dan adat, kata Najmul, justru jadi salahsatu keunggulan yang dapat disandingkan. Betapa tidak, budaya adat di sana lahir dari keyakinan orang tua dulu terhadap tuhan yang maha esa sehingga tak luput dari nilai-nilai agama.

    "Budaya yang kami miliki ini merupakan satu kenyataan. Kita sebagai warga KLU patut berbangga, hari ini setidaknya tak kurang dari 3 ribu wisatawan datang ke tiga gili," terangnya.

    Orang nomor satu di Lombok Utara ini, juga mengucapkan terimakasih terhadap seluruh elemen mahasiswa KLU di Yogyakarta yang sudah mendedikasikan diri dalam menyatukan semangat dan pikiran guna terus mempromosikan budaya adat serta kesenian.

    "Begitu juga dengan semua kepala SKPD, Kepala Desa, Pimpinan Dewan malam ini dengan seluruh mahasiswa bahkan yang berasal dari NTB, datang untuk memeriahkan acara ini," jelasnya.

    "Mari kita secara bersama melestarikan dan mempromosikan budaya dan adat kita sehingga dapat terus dikenal," ajak Najmul.(SE)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad