Header Ads

  • Breaking News

    Wujudkan Kampus Pertama Berbasis Digital Dan Cashless Environment, Unram Tandatangani Kontrak Kerjasama


    Mataram, Seputar NTB,- Dalam rangka mewujudkan kampus yang digitalized (berbasis digital) dan cashless environment (non-tunai), Universitas Mataram akhirnya menandatangani kesepakatan kerjasama dengan pihak Bank Mandiri, PT Digital Artha Media, dan PT Asia Inovasi Teknologi, pada hari Kamis (23/11/17). 

    Pencetusan ide tentang pengembangan digitalized university dan cashless environment ini ditujukan untuk menjawab perkembangan teknologi modern yang juga sangat berperan dalam sistem pendidikan Indonesia. Prof.Ir.H. Sunarpi Ph.D, selaku Rektor Universitas Mataram  mengklaim bahwa teknologi sangat berperan penting dalam dunia pendidikan untuk tetap dinamis dan inovatif.
    “Teknologi memainkan peranan penting agar dunia pendidikan terus bergerak secara dinamis dan inovatif. Digitalized university yang dibangun dengan koloborasi dari banyak pihak ini tentunya akan menciptakan connectivity dan accessibility bagi mahasiswa dan dosen dalam mempermudah proses belajar mengajar. Ini tentunya sesuai dengan visi kami untuk menjadi  lembaga pendidikan tinggi berbasis riset berdaya saing internasional tahun 2025, salah satunya dengan mempersiapkan sumber daya yang menguasai teknologi digital.” Ujarnya (Kamis, 23/11)

    Kerjasama antara Unram dan beberapa pihak perusahaan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kampus yang  memiliki Konsep pembelajaran digital yang diharapkan dapat  mendorong pengembangan kemampuan mahasiswa dalam komunikasi, komputasi, kolaborasi dan berpola pikir kritis serta kreatif.  

    Pihak Line Indonesia yang juga mendukung penciptaan kampus digitalized ini juga juga menyediakan jasa pembayaran secara non-tunai melalui aplikasi Line E-cash di ponsel pintar. Dalam hal ini, Dale Kim, selaku Managing Director LINE Indonesia mengekspresikan kebanggaan-nya dalam partisipasi mereka melalui realisasi cashless transaction ini. 

    “Upaya program digitalisasi dan cashless environment yang dilaksanakan dengan Universitas Mataram merupakan suatu kebanggaan bagi LINE Pay e-cash untuk dapat mengambil bagian dalam Gerakan Nasional Non Tunai. Mahasiswa merupakan salah satu target market dari LINE dan program ini sangat mendorong kami untuk dapat memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih lagi dalam bertransaksi secara non tunai.” Ujarnya.

    Disamping dapat melakukan transaksi e-cash melalui Line Pay, pembayaran juga dapat dilakukan melalui mandiri e-cash yang diproduksi oleh Bank Mandiri. Penggunaan produk-prodkuk cashless ini diharapkan mampu mendorong implementasi kegiatan kampus yang serba digital.

    “Melalui produk-produk cashless ini, kami ingin mendorong implementasi kegiatan kampus yang serba digitalized, dengan semangat Cashless Society yang akan memudahkan seluruh mahasiswa Universitas Mataram dalam melakukan berbagai macam pembayaran secara non-tunai. Semuanya bisa dilakukan dengan hanya dengan menggunakan mandiri e-cash atau LINE Pay e-cash dari smartphone mereka, mudah, aman dan cepat,” ujar Gunawan Edi Sasongko, Area Head Bank Mandiri Mataram.

    Selain itu Pihak PT Digital Artha Media, sebagai startup fintech yang mengoperasikan mandiri e-cash, pun turut berkomitmen untuk bersama-sama membangun solusi transaksi eletronik di lingkungan Universitas Mataram. Menurut Fanny Verona, selaku Managing Director PT Digital Artha Media mengungkapkan bahwa perusahaanya siap membantu dalam mewujudkan smart campus yang digitalized dan cashless environment.

    “Sebagai penyedia solusi pembayaran non-tunai untuk mandiri e-cash dan LINE pay e-cash,  PT Digital Artha Media turut bangga bisa membantu membentuk sebuah lingkungan modern dan digital di kampus ini. Hal ini pun sejalan dengan visi kami untuk menyediakan cashless environment kepada semua pengguna melalui perangkat seluler dengan sistem transaksi elektronik untuk kebutuhan finansial penggunanya. Kami berharap solusi digital finansial ini mampu mengedukasi mahasiswa serta mempersiapkan mereka memasuki era digital abad ke-21 yang dimulai dari lingkungan kampus mereka sendiri. Dengan harapan mereka mampu memiliki gaya hidup modern yang lebih digital dan dapat membantu mewujudkan cashless society di mulai dari lingkungannya.”

    Selain produk cashless dari Bank Mandiri, Universitas Mataram juga menghadirkan beberapa solusi digital yang dapat digunakan melalui transaksi cashless bagi kebutuhan mahasiswanya yang dikembangkan oleh PT Asia Inovasi Teknologi, seperti Student Smartcard, Digital Kiosk, Digital Library, Cloud Printing hingga Digital Signage.

    “Dengan banyaknya kegiatan yang kami lakukan seputar dunia Financial Technology, sudah menjadi misi utama bagi PT Asia Inovasi Teknologi untuk dapat menggerakkan banyak aspek terutama di bidang Pendidikan untuk bertransaksi secara non-tunai. Merupakan suatu kebanggaan untuk dapat menggabungkan LINE Pay e-cash dan mandiri e-cash dalam kerjasama ini dan memudahkan kegiatan bertransaksi bagi Universitas Mataram,” tutur Andrey Hidayat selaku CEO PT Asia Inovasi Teknologi. 

    Penerapan lingkungan kampus yang berbasis digital dan cashless evironment ini diharapkan dapat memudahkan aktivitas dosen dan mahasiswa dengan memanfaatkan teknologi digital di setiap aspek kegiatan seperti dalam hal parkir, keperpustakaan, dan lain-lain. Diperkirakan akan ada lebih dari 30.000 mahasiswa memiliki akses untuk pembayaran non-tunai dengan mandiri e-cash serta LINE Pay e-cash. Dengan dimilikinya mandiri e-cash oleh setiap mahasiswa maka akan membantu mereka untuk melakukan transaksi cashless di kampus, seperti membayar tagihan pada merchant tertentu tanpa menggunakan uang tunai, isi ulang saldo dari e-channel Bank Mandiri, transfer ATM Bersama dan tunai melalui retail store serta dapat melaukan tarik tunai di ATM Bank Mandiri tanpa menggunakan kartu ATM.


    Kampus serba digital, mahasiswa siapkah?

    Penerapan ide penciptaan kampus yang serba digital ini cukup menarik perhatian. Pemanfaatan teknologi di setiap aspek kehidupan memang memberikan dampak positif yang luar biasa, seperti memudahkan transaksi, akses cepat, serta dapat menghindari dari bahaya kriminal. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Ir .H. Lalu Wiresapta Karyadi M.Si, Wakil Rektor I Unram,  “Pemanfaatan e-cash ini dapat menghindari dari tindak kriminal seperti pencopetan atau penjambretan” ujarnya.

    Namun, terlepas dari dampak positif penerapan kampus yang serba digital dan cashless, kesiapan dari mahasiswa sebagai subjek pelaksana juga harus dipertanyakan. Menurut salah satu mahasiswa Unram berinisail AG, bahwa Unram menerapkan kampus yang serba digital itu sah-sah saja. Namun yang perlu diperhatikan adalah sistem yang ada. 

    “Keinginan Unram menciptakan kampus yang serba online itu bagus, tapi menurut saya sebelum melangkah lebih jauh perbaiki dulu pengelolaan yang ada”. Ungkapnya (23/11)

    Selain itu, meski teknologi memiliki dampak positif yang sangat besar bagi manusia, tapi sisi negatifnya juga perlu dipertimbangkan. Dalam menyikapi hal ini, Menurut salah satu dosen UIN Mataram, yang sangat diperlukan adalah kontrol diri dari mahasiswa itu sendiri. “Kontrol diri itu sangat penting untuk menghindarkan kita dari perbuatan negatif”. (Dw)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad