Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Rabu, 21 Maret 2018

Disperindag Galakan Program Revitalisasi Sentra IKM

Kapala Bidang Industri Komoditi Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) H.Amarudin
Lombok Barat, Seputar NTB - Program upaya memperkecil angka kemiskinan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat (Lobar) galakan program revitalisasi sentra industri kecil menengah dengan melakukan pembekalan pendidikan dan pelatihan. Road Show yang melibatkan kelompok  pengrajin Gerabah di Desa Banyumulek  tersebut, dihajatkan membangun kembali keterpurukan potensi lama dengan memberikan potensi yang lebih berinovasi baru.

Kapala Bidang Industri Komoditi Agro dan Hasil Hutan (IKAHH) H.Amarudin mengatakan, guna mengangkat dan membangkitkan potensi gerabah yang ada di desa Banyu Mulek, pihaknya mengundang sejumlah pengrajin disana untuk mengikuti gelar Road Show selama tiga hari. Road Show ini mendatangkan tenaga instruktur dari luar daerah yang memang sudah memiliki keahlian yang potensial terhadap gaya desain gerabah yang berinofasi.

"Dalam Road Show itu, kami hadirkan 20 orang pengrajin yang memang sudah terdaftar dalam kelompok," ujarnya.

Dalam rangka menunjang kunjungan pariwisata, pihaknya mendukung program Revitalisasi Program Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) kerjinan gerabah, dengan mengusulkan proposal ke Provinsi yang bertujuan melakukan dan membuat hasil gerabah yang berinofasi, supaya gerabah kita tidak hanya sekedar itu itu saja, artinya dengan hasil gerabah yang mempunyai pasar seni, sudah barang tentu dapat bersaing di berbagai pasar global.

"Karena dengan berinofasi, dapat meningkatkan potensi industri  Gerabah Banyu Mulek mampu bersaing secara global. Serta dengan kreasi kita yang baru, pasti bisa menarik pembeli," yakinnya.

Industri gerabah yang dikreasi dengan inofasi lanjut H.Amarudin, akan bisa memajukan desa pariwisata kita, karena wisatawan tidak hanya sekedar berkunjung, akan tetapi mereka dapat membeli hasil kerajinan gerabah kita. Untuk itu sangat perlu kita mulai membangun dan membangkitkan kembali, dengan program strategis sekarang ini.

Sebagai contoh kata dia, jika potensi gerabah kita memiliki nilai jual, prodak ini kita bisa jual pada tamu pariwisata yang berkunjung ke Lobar, misalnya, dengan datangnya kapal pesiar didaerah kita, mereka bisa datang melihat dan membeli prodak gerabah kita, dengan begitu mereka akan dimanjakan dan ditawarkan hasil produk lokal gerabah.

"Salah satu langkah pemerintah yaitu mendukung masyarakat dengan  memberikan pelatihan dan pendampingan," ucapnya.

Makanya, para pengrajin gerabah  diberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara memproduksi industri dengan hasil prodak yang bagus dan berkualitas. Pengrajin juga diajari tentang pembinaan mengenai Gugus Kendali Mutu (GKM) dan Good Manufacturing

"Ada aset potensial pada pengrajin gerabah yang harus dikembangkan. Bila tidak dilakukan upaya pembekalan pengetahuan yang mumpuni, maka data dipastikan terganggu keberlangsungan industri pasar ke depannya," ungkapnya.

Pengembangan Industri ini, sebagai langkah menghadapi pasar bebas, maka persiapan harus dimulai saat ini. Jika ingin menjadi pemenang kata kuncinya harus mempersiapkan sejak awal. Kita harus memberi catatan kepada peserta bahwa pemerintah siap mendukung dalam kemajuan industri pengrajin dengan memberikan bantuan dan pembinaan dari segala aspek, pungkasnya. (Wan)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.