Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Jumat, 16 Maret 2018

Penyelenggaraan UNBK, Dikbud Gelontorkan Dana Gendut 2 Milyar

Penyelenggaraan UNBK, Dikbud Gelontorkan Dana Gendut 2 Milyar
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat Drs.Hendrayadi
Lombok Barat, Seputar NTB - Jelang Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada April mendatang, Pemerintah Daerah Lombok Barat (Lobar) tengah mantab menyiapkan anggaran 2 M dari APBD. Sebanyak 38 sekolah penyelenggara UNBK tingkat SMP  mendatang, akan dibantu perangkat kebutuhan server dan Jenset oleh Pemerintah setempat.

Kepala Dikbud Drs, M. Hendrayadi mengatakan, guna menyelenggarakan UNBK 2018 ini, pihaknya telah menyiapkan anggaran 2 M bersumber dari APBD. Anggaran tersebut, secara umum diperuntukkan pembelian unit server, dan genset serta untuk kebutuhan lainnya.

Untuk Lobar sendiri, terdapat 40 jumlah sekolah yang ada di tingkat SMP, namun terdapat 38 diantaranya sekolah yang siap mengikuti UNBK.

"Kami hanya bisa mengakomodasi bantuan hanya beberapa unit server dan genset, masalah komputer nanti kita suruh berkoordinasi dengan Komite," ujarnya Jum'at (16/3).

Melihat peningkatan penyelenggara UNBK 2018 ini kata Hendra, terjadi sangat signifikan sekitar 90 persen. Jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu, penyelenggara UNBK hanya empat sekolah saja, sedangkan tahun 2018 ini sebanyak 38 sekolah.

Menurutnya, kepada sekolah yang belum siap mengikuti UNBK, pihaknya belum bisa di akomodir, mengingat penyelenggaraan UNBK, membutuhkan biaya yang besar, apalagi menyangkut anggaran Dinas masih terbatas.

"Satu sekolah saja siswa nya banyak, itu sebabnya kami belum bisa membantu untuk itu, apa lagi menyangkut anggaran," ungkapannya.

Pada sekolah pelaksana UNBK nanti akan dibantu 2 server atau 3 serfer setiap sekolah, tergantung berapa totalitas peserta UNBKnya. Selain itu, dalam menanggulangi terputusnya akses listrik dari PLN, Dikbud pun akan menyediakan Jenset.

"Yang disediakan server sama Jenset, tergantung dari jumlah kebutuhan, jika memang server yang mendesak, tinggal nanti kita sesuaikan dari kesiapan anggarannya saja," ucapnya.

Hendra mengaku, setiap dalam pelaksanaan UNBK itu kan semuanya Offline, sedangkan yang Online itu terjadi pada saat pengambilan soal.Begitu soalnya masuk pada komputer itu Offline, karena kalau dia Online kan bisa dijawab dari luar nanti.

Mengenai sekolah swasta yang ada di Lobar, masih belum ada satu sekolahpun yang ikut UNBK, karena sejauh ini menyangkut informasi dan komunikatif yang tidak ada. Meski tahun lalu ada sekolah swasta yang pernah ikut bergabung di sekolah lain. Jika sekarang tidak bisa menyiapkan diri untuk UNBK, harapan kita adalah sebisa mungkin untuk dapat menyiapkan diri untuk UNBK.

"Silahkan saja  bergabung dengan sekolah lain atau SMP terdekat, intinya untuk latihan saja, karena pada prinsipnya semua bisa teratasi tatkala ada komunikasi," tegasnya. (Wan)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.