Menu Right

Top Social Icons

Responsive Full Width Ad

Left Sidebar
Left Sidebar
Featured News
Right Sidebar
Right Sidebar

Senin, 19 Maret 2018

Produk Beras 169 Sumbawa Menjadi Beras Berkualitas Nomor Satu Di NTB

Sumbawa Besar, Seputar NTB - Beras 169 yang diproduksi oleh UD Fajar Samudera di Desa Jorok, Kecamatan Unter Iwes Sumbawa merupakan kualitas beras super yang berkualitas, aman, dan layak konsumsi sesuai standar kesehatan. 

Hal ini diungkapkan Direktur UD Fajar Samudera, Zohran Orek, pengusaha muda lokal Sumbawa usai kegiatan doa bersama dan Temu Mitra sekaligus pengenal Brand Produk dan beberapa sistem tehnologi modern digital perusahaan tersebut dalam pengembangan usaha Beras berkualitas di Kabupaten Sumbawa, minggu (18/03).

Menurut Orek, kegiatan yang dilakukan oleh UD Fajar Samudera dengan mitra kerja ini, selain membangun silaturahim juga mengenalkan beberapa hal terkait upaya yang telah dilakukan oleh pihak perusahaan selama ini. salah satunya, pengenalan brending beras berkualitas yang dulunya bermerek beras 69 namun kini tampil dengan brending beras super 169. 

"Pengenalan branding 169 tersebut penting diketahui oleh konsumen melalui beberapa mitra yang ada, lantaran Branding yang lama yakni beras 69 sudah lebih dikenal oleh masyarakat, sedangkan brend yang baru 169 merupakan produk yang sama hanya ada penambahan angka 1 di brandingnya, bahkan yang baru ini lebih bagus lagi dan kemasannya tampil beda", ujar Orek yang juga Ketua Perhimpunan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Cabang Sumbawa.

Dikatakan Orek, adanya branding dari beras 69 ke 169 ini berdasarkan hak cipta yang telah lama di daftarkan sejak tahun 2015 lalu ke HAKI Menkumham RI namun diperjalanan pihaknya kalah waktu hanya 4 bulan dengan PT.Beras Indonesia yang ada di Kertosono Jatim yang kini hak Branding beras 69 dimiliki oleh mereka.

”itulah alasan kami menambahkan angka 1 menjadi beras 169, sesuai hak paten brend yang telah dimiliki UD Samudera Fajar, dan merek tersebut tidak berbedah jauh dengan yang awalnya, hanya ada penambahan angka 1 saja, yang jelas nuansa 69 tetap melekat”, ujar pria ramah senyum ini.

Untuk pangsa pasar, ungkap Orek, beras 169 sejauh ini tidak kalah dengan beras-beras lainnya yang ada di Indonesia, hal itu terlihat dari jumlah kebutuhan masyarakat baik lokal dan maupun permintaan pasar di luar pulau sumbawa seperti Bali, Lombok dan kabupaten lainnya. bahkan beras produksi UD Fajar Samudera Sumbawa telah merambah beberapa Riteil Modern seperti AlfaMart dan Transmart ditambah lagi permintaan dari Giant dan Hypermart. bahkan beberapa pemerintah daerah di sejumlah propinsi sudah mengajukan permintaan kerjasama dengannya, seperti Pemda DKI Jakarta namun lantaran volume yang diminta begitu besar dan belum bisa terpenuhi. Jika dapat dipenuhipun, akan menjadi kekhawatiran beras ini tidak akan banyak beredar di sumbawa, ujar Orek yang juga pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia ( PSMTI ) Cabang Sumbawa.

Menurutnya, untuk produksi beras berkualitas, perusahaannya menggunakan tekhnologi dengan mesin terbaru, baik dari kemasan maupun produk berasnya bahkan mesin tekhnologi terbaru mengunakan lazer.

Sedangkan untuk kemitraan yang terjalin selama ini di dua kabupaten yakni sumbawa dan KSB tidak kurang dari 200 agen. Setiap agen tetap menerapkan strategi menjaga dan meningkatkan kwalitas, hal itu penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat khususnya dalam memberi pelayanan terbaik di bidang perberasan. jika itu semua dapat di jalankan dengan baik maka apa yang diharapkan oleh pemerintah, masyarakat dan para pihak dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan, tegas Orek yang juga anggota Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) wilayah NTB.

Ditegaskan Orek, selain memiliki Hak sah dari Menkumham RI, yang tidak kalah penting yakni beras 169 telah memiliki Hak Edar (khusus agen) dan di NTB satu satunya beras berkualitas yang memiliki hak edar hanya beras 169, serta menjadi harga standar di pulau Dewata Bali. sejauh ini pihaknya memproduksi beras premium dan medium sesuai spesifikasi nasional. jadi, produksi beras premium berdasarkan tingkat kualitas dan non menir, lebih bersih dengan tingkat biji patah 10 persen, ujar Caleg Partai Golkar ini. (jim)
Loading...

Portal Berita Yang Lugas, Terpercaya dan Inovatif dari Nusa Tenggara Barat

Tidak ada komentar

Responsive Full Width Ad

Copyright © 2016 Seputar NTB, powered by Blogger.