Header Ads

  • Breaking News

    Alot Penertiban Sempadan Pantai Gili Air

    Mataram, Seputar NTB - Proses penertiban sempadan pantai di Gili Air pada hari pertama (28/4) berlangsung aman terkendali, kendati sempat diwarnai sedikit komplain dari warga.

    Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara dalam siaran pers yang di terima Seputar NTB,Minggu,menyebutkan,tim pengamanan yang berasal dari TNI, Polri, Brimob dan Satpol PP serta tim penertiban lainnya siap siaga. Untuk mengantisipasi hal yang tak terduga, terutama penolakan dari masyarakat, lantaran adanya penertiban kali ini.

    Dalam arahannya saat apel persiapan untuk penertiban sempadan pantai di Gili Air, Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan Sinar Wugiyarno SH mengatakan pada penertiban sempadan pantai tetap mengedepankan faktor-faktor keamanan bersama, baik keamanan petugas dan juga masyarakat sekitar.

    "Saya berharap agar kita memberikan informasi kepada paratamu asing maupun lokal, agar tidak kaget melihat kehadiran dan kegiatan penertiban ini," ungkapnya.

    Langkah tim penertiban di Gili Air satu arah menuju ke Timur, sembari menyisir bangunan yang belum dirobohkan pemiliknya.

    Pada saat penertiban sempat berlangsung alot. Terjadi sedikit perdebatan ketika berada di ranah tanah milik Pemerintah Provinsi NTB. Perbedaan tafsir mengenai jalan dan titik areal penertiban. Adapun penertiban sempat terhenti sejenak, namun hal itu dapat diselesaikan secara musyawarah.

    Dari wawancara saat peristiwa, seorang wisatawan pengunjung yang kebetulan ada di lokasi, Nusunah menuturkan adanya penertiban berdampak pada keindahan Gili Air dan tentunya membuat wisatawan betah untuk berlama-lama. 

    Terdapat 93 titik yang ditertibkan. Dari sejumlah itu sebagian besar, pemilik usaha telah membongkar sendiri bangunannya yang menyalahi aturan. Meskipun ada yang keberatan, mungkin untuk mendapatkan keadilan sejelas-jelasnya. Pihak Pemda terus berkomunikasi mencari solusi terbaik. 

    Editor: Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad