Header Ads

  • Breaking News

    Angka Stunting Masih Tinggi, Ini yang Dilakukan Pemerintah Daerah

    Pjs Bupati Lombok Timur,Ahsanul Halik
    Lombok Timur, Seputar NTB - Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Masalah ini masih perlu dapat perhatian dari pemerintah daerah, sebab data dari dinas kesehatan provinsi NTB, Lombok Timur tercatat memiliki angka stunting sebesar 35,1% sedangkan Provinsi NTB mencapai 37,2%.

    Sehingga pemerintah daerah berkerja sama dengan LSM dan dinas-dinas terkait, berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Lombok Timur pada Senin, (23/04) di Rupatama I Kantor Bupati Lombok Timur. Penurunan angka stunting diprioritaskan pada 4 kecamatan, yaitu Kecamatan Suralaga, Kecamatan Aikmel dan Lenek, Kecamatan Sambelia, dan Kecamatan Jerowaru.

    “Pelaksanaan kegiatan ini saya harapkan dapat meningkatkan informasi dan pemahaman masyarakat terhadap stunting dan upaya pencegahannya.” Ujar Ahsanul Halik selaku PJS Bupati Lotim, dalam acara sambutannya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa stunting merupakan suatu persoalan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumberdaya manusia. Permaslahan ini disebabkan oleh terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya asupan makanan bergizi, dan akses air bersih masih kurang.

    “Sehingga dibutuhkan upaya yang tepat melalui program intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.” Lanjut Ahsanul Halik.

    Dalam upaya menyukseskan kegiatan tersbut, pemerintah daerah juga mengundang dinas kesehatan, dinas PMD, kepala bappeda, konsultan bidang kesehatan dan dinas-dinas terkait. Kegiatan itu bertemakan “Percepatan Penurunan Angka Stunting Kabupaten Lombok Timur.” (Uki)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad