Header Ads

  • Breaking News

    Bangun Kesadaran Pajak, UPTB Samsat Lobar Gelar Pekan Panutan dan Sosialisasi

    Lombok Barat, Seputar NTB - UPTB-Samsat Lombok Barat menggelar kegiatan pekan panutan pajak dan sosialisasi sadar pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN -KB) 26-4 kemarin. Acara yang dihadiri Sekda H.Moh.Taufiq, Kepala Bapenda NTB Iswandi, Kapolres Heri Wahyudi dan jajaran UPTB Samsat serta sejumlah tuan guru, tokoh agama dan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Barat (Lobar) melalui Sekretaris Daerah (sekda), H. Moh. Taufiq memaparkan, pajak menurut undang undang, merupakan bentuk komitmen dan kontribusi warga negara yang sifatnya terhutang untuk membangun negara atau daerah. Maju dan tidaknya suatu negara atau daerah lanjutnya, tergantung dari pajak.

    “ Guna menjamin kemajuan dan peningkatan suatu daerah tergantung dari pajak dan tidak ada satu negara manapun yang bebas dari pajak,” urainya.

    Taufiq menyebutkan, besaran pendapatan yang dimiliki Kabupaten Lobar sekarang ini. Ditahun 2018 ini pendapatan yang dimiliki hanya Rp.1,7 Triliun. Sebanyak Rp.301 Milyar di antaranya merupakan PAD. Sisanya ada dari DAU, DAK, DD dan lainnya. Karena besarnya peran pajak ini, setiap tahun selalu mencari sumber-sumber penerimaan baru, termasuk memberikan sosialisasi kepada semua warga Lobar agar sadar membayar pajak.

    “Sadar bayar ini perlu sosialisasi, kalau sadar menerima tidak perlu sosialisasi,” katanya di hadapan Kepala Bappenda NTB, perwakilan Kapolres Lobar, Ditlantas Polda NTB, Kepala Jasa Raharja NTB, Kepala Bappenda Lobar dan sejumlah Kepala SKPD terkait.

    Terkait dengan PKB dan BBNKB, sekda menyebut jumlah kendaraan bermotor di wilayahnya hampir 220 ribu kendaraan. Jumlah ini terdiri dari roda empat dan dua. Dari 220 ribu kendaraan ini, 90 persen merupakan sepeda motor. Sisanya kendaraan roda empat.

    Ditegaskannya, dari 90 persen ini yang baru membayar pajak hanya separuhnya. Artinya, masih banyak lagi yang belum membayar. Kemudian jumlah mobil dari 90 persen ini, yang baru membayar pajak hanya 30 persen. Sementara itu, jumlah kendaraan plat merah di Kabupaten Lobar hampir 2.500 unit. Dari jumlah ini, sepeda motor sekitar 84 persen dan sisanya roda empat. Dari 84 persen sepeda motor, yang baru membayar pajak sebesar 47 persen.

    “Saya minta data-data riil dimana SKPD penunggak bayar pajak,” pintanya. Masalahnya tindak tanduk pegawai negeri yang belum membayar pajak diikuti masyarakat lain. Karena PNS harus jadi panutan, jangan telat apalagi sampai menjadi temuan BPK seperti tahun lalu," tegasnya.

    Sementara kepala UPTB-Samsat Lobar H.Junaidi mengatakan, kegiatan yang digelar saat ini adalah kegiatan tahunan yang memberikan panutan pajak dan sosialisasi sadar  pembayaran PKB dan BBN-KB. Sosialisasi ini tidak hanya dibuka dan disosialisasi dikalangan pemerintahan saja, akan tetapi secara umum kita lakukan itu.

    Di desa desa dan di sekolah sekolah juga tidak luput dari sosialisasi PKB dan BBN-KB, artinya ini membuka kesadaran masyarakat tentang pentingnya pajak untuk keberlangsungan  pembangunan daerah.

    "Kami di UPTB Samsat ini, tetap berupaya untuk membangun kesadaran semua pihak tentang besar dampak terhadap taat pajak ini," ujarnya.

    Acara juga dirangkai dengan pemberian souvenir untuk kegiatan Pekan Panutan PKB dan BBNKB kepada 32 orang yang dinilai berhasil mengumpulkan pajak sesuai target, tutupnya. (Wan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad