Header Ads

  • Breaking News

    Demo Tolak Kenaikan BBM Di Mataram Ricuh,Ini Tuntutan Mahasiswa

    Mataram, Seputar NTB - Puluhan mahasiswa  yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) menggelar aksi demo di simpang lima Ampenan, Kamis (12/4/2018) pagi.

    Dalam aksinya mahasiswa memprotes pemerintah atas kenaikan harga BBM yang sudah 2 kali selama tahun 2018.

    Dalam tuntutannya, kenaikan harga Pertalite pada periode pertama senilai Rp100,-, selanjutnya tak berapa lama harga Pertalite naik lagi berkisar  Rp150 hingga 200,.

    Kebijakan pemerintah melalui BUMN PT Pertamina (Persero) dalam menaikan harga BBM jenis Pertalite dalam kurun waktu 3 bulan, tentu merupakan kado pahit yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya di tahun 2018.    

    “Masyarakat Nusa Tenggara Barat juga merasakan dampak langsung atas kebijakan pemerintah tersebut,” ujar salah seorang orator.

    Pertamina  justru beralasan bahwa kenaikan harga pertalite dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Fluktuasi harga minyak pada bulan Januari hingga April 2018 rata-rata di atas USD 60/barel.

    Padahal asumsi harga minyak mentah dunia menurut APBN 2018 adalah senilai USD 48/barel. Hal ini tentunya membuat pertamina menaikkan harga jual pertalite di pasaran.

    Aksi demo puluhan mahasiswa terjadi kericuhan saat mahasiswa mencoba masuk ke Kantor Depo Pertamina Ampenan. Namun dihalangi petugas Kepolisian.

    Para pendemopun melampiskan dengan menghadang mobil truk yang memuat Gas yang hendak masuk ke Depo Pertamina Ampenan.

    Mahasiswa bersikeras menahan satu mobil tangki, agar tidak melakukan aktifitas memuat BBM termasuk GAS sebelum tuntutan mereka dipenuhi. Keributan tidak bisa dihindari. Pihak  Kepolisian dan Pertamina berupa melakukan negosiasi, tetap tidak diterima para mahasiswa.

    “Masyarakat sangat terbebani dengan naiknya harga BBM. Karena itu kami tetap menuntut turunkan harga minta sekarang juga,” teriak para pendemo.

    Negosiasi tidak diterima, akhirnya kepolisian Polres Mataram membubarkan secara paksa. Meski demikian mahasiswa tetap melakukan perlawanan. Akhirnya bentrokan tidak bisa dihindarkan.

    Beberapa orang mahasiswa mengalami luka, akibat dipukul aparat kepolisian.

    Kabag Ops Polres Mataram, Kompol. Taufik menegaskan pihaknya terpaksa menangkap beberapa mahasiswa yang melakukan tindakan anarkis dan membubarkan secara paksa aksi demo mahasiswa tersebut.

    “Satu orang yang diduga provokator diamankan dan diproses di Mapolres Mataram,” ujar Kompol. Taufik. (By)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad