Header Ads

  • Breaking News

    Dua Terduga Pelaku Pengebom Ikan Ditangkap Pol Air

    Sumbawa Besar, Seputar NTB - Keberadaan Satuan Polisi Air (Sat Pol Air) dalam upaya mengamanakan perairan patut diapresikan, sebab tugas mereka di laut cukup berat dan sangat beresiko dalam meminimalisir tindak pidana Ilegal Fishing sesuai amanat undang undang perikanan RI nomor : 45 tahun 2009.

    Hal ini dibuktikan dengan ditangkapnya  dua orang terduga pelaku  Ilegal Fishing yakni pengeboman ikan oleh pelaku berinisial AG (50) dan BK (45) warga Desa Tarusa Kecamatan Buer Sumbawa, pada Sabtu (31/03) kemarin. 

    Adapun barang bukti yang disita petugas, diantaranya Sampan, 2 (dua )Mesin ketinting 5 1/2 PK, Kompresor, plipas ( kaki katak ), 1korek api kayu, benang warna hitam 2 (dua ) gulung, dakor, Sorok ikan, Selang, Kaca selam, Ikan ( setengah box ), dan bensin 5 ( lima ) liter.

    Kasat Pol Air polres sumbawa, IPTU Lalu Asmara, yang dikonfirmasi tadi malam mengungkapkan, pada sabtu (31/03) sekitar pukul 08.30 wita, DANPAL XXI - 2011 Brigadir Budi Santoso sedang melaksanakan patroli menerima laporan dari masyarakat tentang adanya aksi pengeboman ikan di perairan pulau Serngik wilayah kecamatan Utan. 

    Selanjutnya DANPAL XXI - 2011 berserta dua ABK Brigadir Sugiarto dan Bripda Fauzi Haryadi  bergerak menggunakan kapal XXI - 2011 menuju TKP. dalam waktu singkat Personil Sat Pol Air tiba di lokasi dan menemukan terduga pelaku Ilegal Fishing. 

    "ke dua pelaku didapati sedang menyelam, kemudian dilakukan pemeriksa sampan yang diduga menggunakan bahan peledak (handak) untuk bom ikan. selanjutnya dua orang pelaku dievakuasi ke kantor Pos Pol Air Alas untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Ungkap Anjasmara sapaan akrab IPTU Lalu Asmara.

    Kasat Pol Air mengaku bahwa ke dua terduga pelaku yang tertangkap merupakan target. sedangkan perairan pulau serngik tergolong perairan yang rawan dari aksi pengeboman ikan. di satu sisi perairan pulau Serngik yang bersebelahan dengan pulau panjang, pulau bedil,  dan pulau tomodong, yang sedang dikembangkan sebagai salah satu destinasi wisata oleh pemerintah daerah.

    "kondisi inilah yang harus dijaga secara bersama sama dari berbagai bentuk gangguan termasuk aksi pengeboman ikan", tegas Lalu Asmara. (Jim)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad