Header Ads

  • Breaking News

    Jelang Pilkada Serentak Warga NU Dilarang Golput Dan Tetap Jaga Persaudaraan

     Lalu Pathul Bahri Ketua PCNU Lombok Tengah yang juga Pjs Bupati Lombok Tengah
    Lombok Tengah, Seputar NTB - Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-92 dihadiri oleh ribuan Nahdliyyin se-Loteng.Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan umum Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat juga dihadiri jajaran petinggi NU di NTB. Seperti Mustasyar NU, TGH Turmudzi Badaruddin, Ketua PWNU NTB, TGH Taqiyudin Mansur, Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah, TGH Maarif Makmun Diranse, Ketua PCNU Lombok Tengah yang juga Pjs Bupati Lombok Tengah, L Pathul Bahri serta pengurus NU lainnya.

    Tidak hanya itu, Ketua PBNU, KH Abdul Manan Ghani serta Calon Gubernur NTB yang juga Mustasyar NU, HM Suhaili FT hadir di tengah-tengah Nahdliyyin.

    Ketua PWNU NTB, TGH Taqiyudin Mansur menuturkan, dengan adanya kegiatan Harlah yang dilaksanakan ini supaya bisa membawa dampak bagi kemajuan masyarakat NTB. Karena warga NU itu harus bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat lainya.

    “Melalui kegiatan Harlah NU ini, apa yang diharapkan itu bisa tercapai,” katanya, kemarin.

    Selain itu, disampaikan Pengasuh Ponpes Bonder ini menuturkan, dalam waktu dekat ini NTB akan melaksanakan pesta Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sehingga dirinya atas nama PBNU menyerukan warga NU harus berpartisipasi untuk mensuksekan Pilkada NTB tersebut.

    “Warga NU tidak boleh Golput, dan tidak boleh terpecah karena Pilkada meskipun beda pilihan,” tegasnya.

    Rais Syuriah PCNU Lombok Tengah, TGH Ma’arif Makmun Diranse mengatakan, hal yang sama, bahwa warga NU itu dilarang untuk golput, dan wajib hadir untuk menggunakan hak pilih dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018 ini.

    “Pilihlah salah satu supaya suara kita sah. Ini bukan kampanye, dan jangan kita terpecah karena Pilkada,” pesannya.

    Ditambahkan, NU harus menjadi landasan dalam perjuangan, termasuk bagaimana memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Karena memang selama ini NU sudah sangat banyak memberikan kontribusi kepada perkembangan negara ini. Baik sebelum hingga sesudah merdeka.

    “Kita harus berpegang teguh kepada fatwa ulama dan kita harus mempertahankan NKRI dari banyaknya isu ideologi yang ingin menggantikan ideologi NKRI saat ini,” tuturnya.

    Sementara Ketua PCNU Lombok Tengah yang juga Plt Bupati Lombok Tengah, L Pathul Bahri menyampaikan, bahwa di tengah kondisi jaman yang sudah sedemikian berkembang ini, maka kader NU harus bisa mandiri dalam berkreasi, dimana NU harus bisa mendongkrak ekonomi masyarakat dengan menciptakan berbagai kerajinan. Terlebih dengan kondisi Lombok Tengah yang saat ini terus mengalami perkembangan, dimana banyak investor yang datang ke daerah tersebut untuk menanamkan sahamnya. Sehingga agar masyarakat tidak tergerus maka masyarakat harus bisa kreatif dalam membuka usaha.

    “Kader NU harus mulai belajar tentang perputaran ekonomi, terlebih saat ini daerah kita akan banyak dibangun hotel mewah,” ujarnya.

    Lebih jauh disampaikan, warga NU harus bisa kreatif dalam berwirausaha. Mengingat dukungan dari pemerintah dalam dunia usaha juga sudah sangat maksimal. Baik dengan cara memberikan pelatihan untuk keterampilan maupun dengan memberikan modal usaha.

    “Kondisi pembangunan yang ada di Daerah kita yang semakin berkembang, maka tentu harus dibarengi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai,” tuturnya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad