Header Ads

  • Breaking News

    Klaim BPJS Lamban Terjawab, Picu Pihak RSUD Putar Otak

    Lombok Barat, Seputar NTB - Berhembus cerita sempat molornya pembayaran gaji para tenaga Kontrak Daerah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tripat Gerung bila hari lalu, dikeluhkan. Sebab akibat keterlambatan ratusan gaji tenaga kontrak tersebut, salah satunya akibat  lambannya realisasi klim BPJS yang diajukan pihak Rumah Sakit.

    Direktur Utama (Dirut) RSUD Tripat Gerung, Drg, Arbain Ishak yang dikomfirmasi membenarkan adanya keterlambatan pembayaran gaji tenaga kontrak daerah dan Rumah Sakit. Namun, perihal itu kata dia, pihaknya sudah melakukan pembayaran keterlambatan gaji itu beberapa hari yang lalu.

    Keterlambatan itu lanjut Arbain,  dikarenakan proses administrasi pengurusan pembayaran gaji untuk tenaga kontrak daerah sudah menggunakan system baru oleh Pemda Lobar. Selain itu,  pembayaran jasa pelayanan (Klim) BPJS Kesehatan kepada RSUD pada bulan Januari belum semua ditransfer.
                                   
    “Kalau dulu agak bisa lebih cepat karena tidak menggunakan perjanjian kontrak kemudian harus selesai dulu SPJ nya baru kita ajukan ke Pemda, itu yang buat agak lama,” jelasnya, kemarin.
                                   
    Arbain menjelaskan, jumlah keseluruhan tenaga kontrak daerah dan rumah sakit yang ada di RSUD yang menjadi tanggungan pihaknya sekitar 200 orang lebih. Jumlah itu 130 orang diantaranya tenaga kontrak daerah sedangkan sisanya merupakan tenaga kontrak RSUD.
                                     
    “Jumlah tenaga kontrak yang menjadi tanggungjawab rumah sakit banyak, namun soal gaji harus kami bayar pada waktu yang bersamaan," ujarnya. 
                                       
    Soal keterlambatan  pembayaran klim dari pihak BPJS, diakuinya kerap kali terjadi, meski hal ini pihaknya sudah berusaha konfirmasikan dan  dikordianasikan agar bisa diproses dengan tidak memakan waktu yang terlalu lama, namun lagi lagi mereka selalu beralasan tergantung dari pusat. Padahal diawal tahun ini saja, Klim dari pihak RSUD Tripat sebesar Rp 3 miliar, namun baru terbayar sekitar Rp 600 juta oleh pihak BPJS Kesehatan.                     

    Masalah ini menjadi dilematis buat kami disini, jadinya Ini kerepotan juga, soalnya saya mau bagikan jasa pelayanan (kepada tenaga kontrak) jadinya separuh dulu,” ujarnya.
                                   
    Dirinya pun tidak tahu kenapa pihak BPJS baru mentransfer biaya jasa pelayanan tersebut baru separoh kecil saja. Pihaknya hanya mendapat alasan dari pihak BPJS bahwa belum mendapat kucuran dana dari pusat.
                                         
    “Ini salah satu keterlambatan gaji, karena biaya jasa pelayanan BPJS juga,” ungkapnya.  
                                           
    Ia memastikan bahwa untuk gaji tenaga  kontrak daerah sudah dilakukan pembayaran. Hanya saja untuk tenaga kontrak rumah sakit baru sebagian yang dibayarakan lantaran keterlambatan pembayaran dari BPJS.
                                    
    “Apapun itu, tenaga kontrak rumah sakit ini, tetap harus dibayar. Kadang kadang kita putar otak untuk membayar gaji mereka semua,” tandasnya. (Wan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad