Header Ads

  • Breaking News

    KLU Kecipratan Rp 10,3M Atasai Masalah Sampah

    Kasatker PPLP NTB Sugeng Slamet saat sosialisasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah di Gili Trawangan kabupaten Lombok Utara
    Mataram, Seputar NTB - Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH menghadiri acara sosialisasi pembangunan sistem pengelolaan air limbah di Gili Trawangan (19/4). Acara tersebut, dihadiri pula representasi satuan kerja pengembangan sistem penyehatan lingkungan Sugeng Slamet serta beberapa unsur OPD dan lingkup Setda KLU.

    Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara dalam siaran pers yang diterima Seputar NTB Jum'at, menyebutkan,pemerintah daerah terus berfikir dan berbuat untuk mencari pola dan formula yang tepat dalam upaya mengatasi sampah sehingga Gili Trawangan  kedepannya menjadi pulau yang bersih dan semakin diminati wisatawan mancanegara dan wisatawan lokal.

    "Saya mengapresiasi agenda pada kesempatan ini, bagaimana cara menangani permasalahan sampah yang selama ini menjadi dilema di Gili Trawangan yang kita cintai. Persoalan sampah sudah lama terjadi, apabila terus dibiarkan maka berdampak pada kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Gili Trawangan," ungkapnya.

    Diakhir sambutan, bupati menjelaskan beberapa pola telah coba dilakukan, namun karena selama ini terkendala permasalahan tanah maka selalu mentok. Pada tahun ini (2018), tanah seluas 60 are telah dibeli dan menjadi aset pemda, sehingga pada masa mendatang pemerintah pusat segera menurunkan bantuan dalam pengelolaan sampah yang ada.

    "Saya berharap agar masyarakat di Gili Trawangan mampu bekerja sama dan bersinergi dalam pembangunan pengelolaan sampah," pesan bupati.

    Sebelumnya satker pengembangan sistem penyehatan lingkungan, Sugeng Slamet mengatakan berharap dukungan dan partisipasi masyarakat yang terkena dampak dari pembangunan tempat pengelolaan sampah. Sebab jika sampah itu terus dibiarkan, berakibat buruk bagi perkembangan pariwisata kedepannya. 

    "Pemerintah pusat rencananya menggelontorkan dana 10,3 milyar untuk mengatasi permasalahan sampah yang selama ini terus terjadi. Dengan metode open window compos ini diharapkan memberikan dampak positif  bagi masyarakat Gili Trawangan dalam mengatasi sampah yang ada dari limbah hotel," pungkasnya. 

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad