Header Ads

  • Breaking News

    Menata Poto Tano Menjadi Kawasan Eksklusif

    Sumbawa Barat, Seputar NTB - Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat khususnya pengadaan papan atau rumah rakyat Kabupaten Sumbawa Barat akan terus diikhtiarkan. ‘’Kami ingin cepat memenuhi hak-hak dasar masyarakat khususnya rumah. Jumlah  pembangunan rumah akan terus ditambah melalui APBD,” kata Bupati Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, M.M, Senin pagi (23/04/2018). Dalam acara peletakan batu pertama pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Poto Tano yang dihadiri oleh Ka Satker PUPR Bidang Perumahan Provinsi NTB H Bulera ST, Sekda, Kadis PUPR, dan ratusan undangan lainnya .

    Bupati menjelaskan areal perumahan nelayan Desa Poto Tano akan ditata sedemikian rupa bernuansa edukasi wisata. Jalan yang dibangun dipinggir pantai akan akan diperluas menjadi 8 meter dan kedepannya akan menjadi destinasi wisata kuliner unggulan karena di sepanjang jalan atau pinggiran rumah warga akan dibangun lapak atau kios yang menjajakkan kuliner. Ditambah lagi fasilitas lainnya. Sehingga Poto Tano nantinya tertata rapi dan menarik dan akan menjadi Lawang Desa (Gerbang Desa) sesungguhnya “ bukan saja lawang desa bagi KSB. Namun lawang desa Pulau Sumbawa “ kata Bupati

    Menurut Bupati, Tempat tinggal atau hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap orang. Seiring berjalan waktu, fungsi hunian semakin beragam, tak sekedar menjadi tempat berteduh dari terik matahari, tetapi menjadi tempat dimana rutinitas bisa menjadikan gaya hidup selaras. Hunian juga menjadi tempat terbaik setiap keluarga dapat tumbuh secara sehat dan bahagia dalam menjalani kehidupan dengan nyaman.

    Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat akan menata kawasan Pemukiman Nelayan Desa Poto Tano menjadi Kawasan Eklusif wisata terpadu tersebut akan dilengkapi berupa Ruang Terbuka Hijau ( RTH ), Resto Apung oleh Dinas Parawisata, saluran irigasi bebas banjir , penataan kawasan lingkungan oleh bidang pemukiman penataan wilayah PUPR KSB termasuk  edukasi wisata kawasan nangrove yang terintegrasi satu sama lainnya serta area komersial yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah (masjid), restoran cepat saji, pusat perbelanjaan, ruko perkantoran (pusat bisnis), pusat pendidikan, perbankan, SPBU dan pasar modern.

    Menurut Dr H Musyafirin , penataan rumah nelayan bantuan pusat, tidak hanya memperhatikan arsitektur tata  lingkungan kawasan , kawasan ini juga memperhatikan kehidupan siapa saja yang berada disini agar merasakan kenyamanan hidup. Kualitas hidup bahagia jika berada disini begitu terasa. Kebutuhan, harapan, keinginan, dan kepuasan akan ditempatkan sebagai prioritas utama bagi para wisatawan.

    “Dengan menjaga keseimbangan alam dapat menciptakan kehidupan yang nyaman dan berkualitas. Untuk itu dalam pengembangan kawasan hunian nelayan poto tano selalu memperhatikan aspek lingkungannya. Di tepi jalan, tumbuh pohon-pohon rindang yang mampu menyerap air sehingga membuat kawasan semakin asri “ kata Bupati

    Bupati juga  menilai bahwa Kawasan Pemukiman Nelayan yang berdekatan dengan pintu gerbang Pelabuhan Poto Tano Kabupaten Sumbawa barat sebagai sebagai tempat keluar masuknya kendaraan baik dari luar pulau jawa, Jakarta, Surabaya ,Denpasar maupun dari Flores NTT . Kini kawasan tersebut akan disulap menjadi kawasan Ekslusif terpadu berupa ketersediaan fasilitas, aksesibilitas transportasi yang mudah, serta fasilitas publik lain.

    “Demi menjawab tuntutan masyarakat yang mendambakan hunian aman, nyaman, serta memiliki lingkungan sehat , Kementerian PUPR melalui Bidang Pemukiman dan Prasarana Kabupaten Sumbawa Barat akan merubah kawasan nelayan tersebut  melalui konsep kawasan eksklusif wisata terpadu yang bersih dan tertata secara harmonis “ terang Bupati

    Lanjut  Bupati , Kawasan Hunian Nelayan Poto Tano memang pas bagi kita untuk belajar sosialisasi terhadap alam dengan nuansa segar dan menerapkan pola hidup sehat yang selaras. Perpaduan keunggulan kawasan tersebut nantinya akan  disatukan menjadi tagline wisata Alam yang dikelilingi oleh perbukitan dan pulau-pulaunya yang asri , bahwa kawasan ini nantinya akan menjadi lokasi humanis yang lengkap dan terintegrasi agar mampu meningkatkan kualitas hidup para penghuninya maupun pendatang yang ingin melepaskan lelah dan penat. Semua bisa saling berinteraksi satu sama lain sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Kawasan hunian yang ekslusif dengan penataan yang  bersahabat membuat kita nyaman berada di lingkungannya. Lingkungan yang teduh ini memberi kita ketenangan hidup.

    “Tata ruang lingkungan yang asri dapat  diimplementasikan melalui pembagian zona area antara area residensial, komersial, dan fasilitas umum yang ditata berdasarkan faktor iklim, vegetasi, hidrologi, geologi, topografi, sosio-demografi, akses dari masing-masing area tersebut, hingga membuat suasana semakin nyaman , nantinya kawasan ini menjadi terpadu untuk mendapatkan kehidupan berkualitas, baik untuk tempat tinggal maupun bekerja. Semua peluang eksklusif akan tercipta dengan konsep modern didukung investasi yang menjanjikan di masa depan “ jelas Bupati

    Bupati tjuga mengingatkan kembali bahwa pemerintah desa harus mampu mengajak masyarakat mendukung program ini serta memberikan informasi secara jelas serta sesuai aturan. Kepala daerah yang berjuluk Pariri Lema Bariri ini mengingatkan agar tidak ada pihak lain yang memanfaatkan program penataan pemukiman nelayan ini selain warga nelayan sendiri. Ia menegaskan tidak akan mentolerir sikap mengklaim tanah kawasan Rumah Khusus (Rusus) yang menjadi kewenangan daerah.

    “Yang terdampak langsung itu yang menerima rumah. Penggusuran rumah terdampak dilakukan bertahap sesuai unit yang tersedia. Begitu seterusnya agar tidak ada biaya dan pemindahan lancar,” jelasnya.

    Rumah khusus nelayan adalah prioritas pertama pemerintah. Di sarana ini, kementerian juga membangun  dan prasarana penujang lainnya. Seperti, Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), Drainase, taman dan jalan.

    Setelah ini pemerintah mengarahkan prioritas kedua yakni relokasi pemukiman disepadan jalan negara dekat tanggul untuk di alihkan ke seberang jalan negara dengan elepasi lebih tinggi. Disana, warga akan menerima tanah dan bangunan rumah masing masing ukuran 5 kali 6 meter.

    Relokasi dilakukan, menyusul perluasan atau rekonstruksi jalan negara Poto Tano –Tambak Sari  Kabupaten Sumbawa dengan dua lajur (Baypass) dengan panjang masing masing lajur sembilan meter. Penataan pemukiman dan jalan di Poto Tano akan menjadikan Poto Tano sebagai gerbang masuk yang megah dan terbaik di NTB. ( Edi.C)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad