Header Ads

  • Breaking News

    NDI NTB Tuding Polda dan Pemprov NTB Berkonspirasi

    NDI NTB Tuding Polda dan Pemprov NTB Berkonspirasi
    Aksi masa NDI NTB Didepan Polda NTB
    Mataram, Seputar NTB - Sejumlah aliansi masyarakat dan mahasiswa yang tergabung dalam Nusa Tenggara Development Institut (NDI) NTB, kembali mengusik ketenangan Mapolda NTB terkait penanganan kasus hilangnya dr. Mawardi pada Rabu (11/4). Kedatangan masa aksi ini untuk mempertanyakan kejelasan dari status pencarian mantan Direktur RSUP NTB tersebut, yang dituding sengaja dihilangkan dengan maksud terselubung.

    Hilangnya dr. Mawardi diungkapkan koordinator umum Abdul Majid, merupakan cerminan ketidak mampuan dari pihak kepolisian untuk menangani kasus. Utamanya kasus yang melibatkan pejabat publik. Dalam orasi singkatnya Majid membeberkan sejumlah bukti yang menjadi acuan kuat, bahwa dr. Mawardi memang sengaja dihilangkan.

    “Kehilangan dr. Mawardi sebagai bentuk cermin bahwa Polda NTB tidak becus untuk menangani perkara. Ada transaksi baru direkening Mawardi pada tanggal 28 Desember, itu membuktikan bahwa dr. Mawardi telah terlihat keberadaanya. Bahwa keberadaan dr. Mawardi masih ada. Saya datang sendiri ke Polda NTB untuk mendesak kepolisian mencari rekening itu untuk diselidiki keberadaanya. Jawaban kepolisian saat itu hanya nanti kita selesaikan. Ini membuktikan bahwa Mawardi dihilangkan dan disembunyikan,” ungkapnya membeberkan.

    Kondisi ini, menurut Majid membuat kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian menjadi lemah. Polisi yang seharus menjadi lembaga negara yang melindungi dan mengayomi masyarakat, justru bertindak diluar dari yang diharapkan.

    Karenanya mewakili aspirasi masyarakat luas yang rindu akan dr. Mawardi, masa aksi ini mendesak kembali agar Polda NTB segera menentukan sikap terhadap kasus tersebut. Masa meminta agar Polda NTB membuat pernyataan resmi tentang status hilangnya dr. Mawardi, jika telah dikatakan meninggal dunia maka pernyataan itu harus tegas diungkapkan kepolisian.

    “Ini sudah 2 tahun hilangnya apa kata polisi kita berhentikan penyelidikannya. Polisi harus melindungi rakyat dan masyarakat. Jika Mawardi sudah mati maka polisi harus membuat pernyataan resmi tentang kematian itu,” tegas Majid.

    Sebagai pemerhati hukum di NTB, Majid berasumsi bahwa Polda NTB sejatinya mengetahui keberadaan dr. Mawardi. Pasalnya beberapa waktu lalu Majid mendapatkan kabar bahwa dr. Mawardi terdeteksi berada diwilayah Kabupaten Lombok Utara. Namun sayangnya informasi itu tak lantas membuat Kepolisian langsung bergerak cepat. Sebaliknya, polisi hanya diam dalam ketenangannya.

    Selain kepada Polda NTB, perhatian terhadap kasus hilangnya dr. Mawardi juga mengarah pada Pemerintah Provinsi NTB. Majid menduga, antara Kepolisian dan Pemprov terdapat konspirasi atas kasus yang terkesan sengaja dikaburkan tersebut. “Setiap ada informasi tentang keberadaan Mawardi yang kami sampaikan, kepolisian justru tidak berusaha untuk melakukan pencarian. Kami juga heran, tidak ada respon dari Pemprov terkait kasus ini. Kami mencurigai pemprov juga mengetahui keberadaan Mawardi, namun tetap diam saja. Kami curiga antara Polda NTB dan Pemprov NTB telah terjadi konspirasi atas perkara ini. Karena sejauh ini hanya Polda yang pernah memberikan pernyataan tentang kasus ini,” pungkasnya. (By)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad