Header Ads

  • Breaking News

    Operasi Gatarin Kepolisan Lobar Seret 24 Tersangka

    Lombok Barat, Seputar NTB - Jelang Bulan Suci Ramadhan, Polres Lobar menggelar Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) Gatarin 2018 selama 14 hari terhitung sejak tanggal 12 April hingga 25 April lalu. Hasilnya, jajaran Polres Lobar dibantu seluruh Polsek berhasil mengungkap sebanyak 20 kasus dengan jumlah tersangka 24 orang dimana empat diantaranya adalah Target Operasi (TO).

    Waka Polres Lobar, Kompol Fauzan Wadi seijin Kapolres Lobar dalam konferensi persnya, Kamis (26/4) memaparkan terkait pelaksanaan Operasi Pekat Gatarin 2018. Menurutnya, Operasi Pekat Gatarin tahun 2018 pihaknya telah mengantongi 4 orang TO dari tiga sasaran yakni Judi, penjuaan Minuman Keras (Miras) dan Prostitusi.

    “Empat  TO yang kita target bisa kita penuhi, yakni judi ada 2 orang, prostitusi 1 orang, dan miras 1 orang,” katanya.

    Fauzan menyebutkan, ke empat TO yang berhasil diamankan yakni seorang pria berinisial LM alias Eci (26) asal Dusun Gubuk Lauk Desa Sambelia Lotim atas kasus prostitusi atau Tindak Pidana Penjualan Orang (TTPO). Kemudian, kasus dari judi berhasil diamankan dua orang pria berinisial MI alias ECN (45) asal Lembar dan JP (35) asal Lembar Lobar dan kemudian untuk kasus penjualan miras, jajaran Polres Lobar berhasil mengamankan seorang wanita berinisial MYA alias Onik (49) asal Dusun Tanah Embet Batu Layar Lobar.

    Disamping ke empat TO tersebut, jajaran Polres Lobar ternyata mampu melampau target operasi yakni berhasil mengungkap 20 kasus baik itu kasus judi sebanyak 6 kasus, miras 11 kasus dan prostitusi sebanyak 3 kasus.

    “Dari 20 kasus itu jumlah tersangka secara keseluruhan mencapai ada 24 orang yakni dari kasus Miras 11 orang tersangka, judi 10 tersangka, dan kasus prostitusi sebanyak 3 tersangka,” ungkapnya.

    Untuk barang bukti kasus penjualan miras, lanjut Fauzan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa miras jenis Bir sebanyak 59 botol, kemudian minuman keras tradisional jenis Tuak dan Brem sebanyak 500 liter.

    “Untuk lokasi, ini tersebar hampir merata di semua Polsek yang ada di di wilayah Hukum Polres Lobar. Polsek itu memback up kita,” tambahnya.

    Kemudian untuk kasus perjudian, jajaran Polres Lobar berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti uang tunai sebesar Rp567.000, 1 unit Televisi, 1 unit Play Station (PS), 2 buah stick PS, 1 set kartu remi, 3 buah handphone, 3 buah pulpen, 1 buah buku tulis untuk rekapan, 6 lembar kertas rekapan togel, 1 gulung kertas warna putih, serta 1 set kartu domino.

    Selain barang bukti kasus Miras dan Judi, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti dari kasus prostitusi atau TPPO yakni uang tunai sejumlah Rp825 ribu, 1 buah kondom, 3 buah handphone, 1 potong pakaian dalam, 2 lembar seprei, dan kemudian 1 lembar tisu putih yang diduga berisi sperma.

    Atas perbuatannya, para tersangka kasus penjualan miras disangkakan melanggar pasar 44 Perda Kabupaten Lobar nomor 1 tahun 2015 tentang Pengawasan, Pengendalian, Peredaran dan Penjualan minuman beralkoho dengan ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda sebesar Rp 50 juta. Untuk kasus perjudian, para tersangka disangkakan melanggar pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paing lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp25 juta. Kemudian untuk kasus prostitusi, para pelaku disangkakan melanggar Undang Undang RI nomor 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang, atau pasal 506 KUHP yang berbunyi

    “Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencaharian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun”.

    Dalam kesempatan itu, Waka Polres Lobar mengharapkan agar seluruh masyarakat untuk bekerjasama meminimalisir dan menyadarkan masyarakat dari kasus-kasus tersebut.

    “Untuk kasus prostitusi, yang kita amankan adalah yang menyediakan untuk kita proses,” pungkasnya mengakhiri. (Wan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad