Header Ads

  • Breaking News

    Takut Honor Sertifikasi Tak Dibayar, Ini Penjelasan Kemenag Lotim

    Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur, Drs, H. Azhararuddin, M. HI
    Lombok Timur, Seputar NTB - Dalam beberapa bulan ini, guru sertifikasi maupun inpassing madrasah sedang disibukkan dengan kealpaan mereka dalam daftar hadir melalui finger print. Pasalnya, beberapa guru yang masuk dalam golongan itu diindikasikan terancam dipotong gajinya bila dinyatakan alpa dalam finger print mereka, bahkan lebih parah tidak dibayar. 

    Saat dikonfirmasi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lombok Timur, (25/04) Kepala Kemenag Lotim, H. Azhararuddin mengungkap bahwa jika guru-guru sertifikasi madrasah alpa dalam absen mereka dalam kurun waktu satu minggu maka honor sertifikasi maupun inpassing mereka tidak akan dibayar.

    “Namun jika sehari dua hari tidak hadir, kemudian ada permohonan tertulis atau ijin tertulis dari atasan langsung baru sertifikasinya kita bayar, atau dia sakit, ada keterangan dari dokter. Namun jika melebihi satu minggu, maka sesuai dengan petunjuk teknis, sertifikasinya kita tidak bayar.” Lanjut Azharuddin.  

    Lebih jauh, Kepala Kemenag Lotim mengungkapkan bahwa mereka yang sering tidak hadir dalam finger print mereka hanya akan berdampak pada gaji mereka. Namun tidak sampai pada pemberhentian, karena walaupun gaji mereka setara dengan PNS tapi mereka bukan PNS.

    “Sekarang untuk pembayaran sertifikasi dan inpassing sedang kita urus pemberkasannya. Semakin cepat pemberkasan di suatu sekolah, maka semakin cepat juga pencairannya. Kalau bulan ini sudah tuntas pemberkasannya, bulan depan kita bayar.” Terang Kepala Kemenag Lotim, H. Azharuddin. (Uki)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad