Header Ads

  • Breaking News

    Tebar Jaringan Pengawasan Orang Asing, Imigrasi Sumbawa Bentuk Tim PORA

    Sumbawa Besar Seputar NTB - Dari beberapa program rutin yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa, ada prioritas yang dilaksanakan yakni memulangkan orang asing yang tidak memiliki dokumen tapi sudah lama menetap atau tinggal. namun ada prioritas yang paling utama, yakni membentuk Tim PORA (Pengawasan Orang Asing) pada beberapa kecamatan dengan target awal di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Tim PORA tersebut terdiri dari berbagai elemen atau instansi seperti unsur dari Disnakertrans, unsur dari Kantor Pajak, dan sebagainya yang diketuai oleh pihak Imigrasi. "Bagaimanapun juga keberadaan orang asing di indonesia harus sesuai dengan izin yang dipakainya, jika tidak sesuai dapat diberikan tindakan bahkan tindakan tertinggi yakni pro justicia", ujar Kasubsi Pengawasan Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa, Erry Prihantono, baru baru ini saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.

    menurut Erry, pada tahun ini selama tiga bulan terakhir pihaknya telah mendeportasi tiga orang asing, diantaranya asal negara Mesir, Bangladesh, dan Sri Lanka. untuk orang asing yang berasal dari negara Mesir, sudah 10 tahun menetap di Kecamatan Poto Tano dan telah berkeluarga memiliki anak dan istri.Kenapa lama dilakukan dekorasi? itu lantaran pihaknya kesulitan kordinasi dengan Kedutaan Mesir.Setelah pihak kedutaan bersedia membantu, baru dipulangkan.Disamping itu, juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan orang asing tersebut benar benar berasal dari negaranya, tentunya ada pengakuan awal kemudian dilakukan penelusuran rekam jejak, baru dilakukan deportasi atau pemulangan, dan terakhir pencekalan. "karena orang asing asal negara Mesir telah memiliki keluarga (istri dan anak) disini, kami meminta untuk mengurus segala berkas seperti paspor serta izin tinggal atau menetap di Indonesia supaya bisa bergabung kembali dengan keluarganya", papar Erry.

    Lebih jauh dikatakannya, ada juga orang asing asal Yaman di Kecamatan Alas yang akan dipulangkan. mengingat situasi negara tersebut dalam keadaan perang sehingga urung atau ditunda kepulangannya.Untuk program rutin lainnya, pihak Imigrasi berupaya meminimalisir bahkan tidak ada TKI yang non prosedural makanya terbentuk Layanan Terpadu Satu Pintu atau LTSP.Untuk pelayanan pengurusan pasport, sampai saat ini berjalan lancar tidak ada kendala bahkan pelayanan pasport Calon Jamaah Haji yang biasanya sangat padat usai hari Raya Idul Fitri,tandas Erry. (Jim)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad