Header Ads

  • Breaking News

    UNKP SMP Negeri 2 Lingsar, Terlaksana Lancar

    Kepala SMPN 2 Lingsar,Tajudin S.Pd
    Lombok Barat, Seputar NTB - Pelaksanaan Ujian  Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) SMPN 2 Lingsar dilakukan secara bertahap selama empat hari. Dalam tahapan tersebut, dilakukan pengawasan dan pendampingan oleh perangkat Dinas Lombok Barat dan bersama pihak Kepolisian setempat. Pernyataan ini disampaikan langsung Kepala SMPN 2 Lingsar Tajuddin SPd di ruang kerjanya Rabu (25/4)                                 

    "Alhamdulillah, hingga memasuki hari ke tiga (red Rabu) semuanya berjalan lancar," ujarnya.   

    Dia menuturkan, sebagai sekolah Subrayon, pada penyelenggaraan ujian yang dikhajatkan, sebelum memulai ujian itu, terlebih dahulu koordinasi dengan pihak kepolisian setempat (Polsek) guna mengawal pada saat pengambilan soal di Dinas Dikbud serta penitipan soal itu juga dititip di Polsek, intinya semuanya agar aman dan lancar serta  pelaksanaannya diwajibkan peserta untuk diabsen. 

    "Dari 322 peserta UNKP, hingga pada hari ke tiga, tidak ada kendala bahkan tidak ada satupun siswa yang tidak mengikuti," terangnya.   

    Menurutnya, sekolahnya masih belum melaksanakan ujian Nasional Berbasis Komputer, mengingat masih terkendala dengan minimnya fasilitas penunjang komputer dan perangkat server, karena kekurangan itu pihaknya tidak mungkin memaksakan dengan kondisi yang masih terbatas kekurangan kelengkapan tersebut.     

    "Insya Allah ke depan, dipastikan sudah bisa menyelenggarakan UNBK, karena sebagian persiapan sudah ada disediakan," ungkapnya. 

    Untuk melaksanakan UNBK itu harus dipersiapkan semua perangkat yang dibutuhkan. Ditahun mendatang, pihak sekolah sudah menghimbau pada anak anak kelas Vlll terkait UNBK itu. Selain itu pihak sekolah koordinasi dan komunikasikan agar orang tua juga bisa memfasilitasi anak mereka dengan membelikan laptop supaya terbiasa menggunakan Komputer. 

    "SMPN 2 Lingsar sudah menyiapkan satu server dan sekitar 40 Komputer. Dari jumlah siswa, idealnya membutuhkan 120 Komputer dan tambahannya kami sudah mengajukan pengadaan komputer melalui Dinas," ungkapnya.

    Mengenai soal kata Tajudin, semuanya didistribusikan oleh pusat melalui pemerintahan Provinsi dan dikirim ke Kabupaten. Soal soal itupun aku dia, tidak pernah dibuka dan dibaca karena prinsip untuk menjaga penyelenggaraan ujian yang normatif. 

    "Seperti apa tingkat kesulitannya soal itu, kami tidak tahu," jelasnya. 

    Namun sebelum sekolahnya melaksanakan ujian ini, pihaknya sebelum itu sudah membuat strategi untuk mengasah kemampuan peserta ujian, dengan mengadakan les sore hari dan menambah jam belajar. 

    Persiapan sekolahnya juga tengah melaksanakan Tri Out dengan mengefaluasi dan  mempelajari kisi kisi soal yang dibuat oleh guru guru disekolah dalam mempersiapkan dan menyongsong ujian ini. 

    "Kami sudah lakukan banyak persiapan sebelum anak anak masuk prosesi ujian ini," akunya.

    Mengenai kelulusan lanjutnya, dipastikan dasar kebijakan sekolah. Namun meski demikian, tidak serta merta anak lulus karena nilai ujiannya itu, akan tetapi, dalam praktek Kurikulum 13, siswa bisa dipertimbangkan sesuai karakter yang dimiliki mereka, ini juga salah satu yang bisa menunjang kelulusan.             

    "Bukan dari nilainya yang tinggi saja, kalau karekteristiknya bertentangan pasti bisa dipertimbangkan lagi, melalui musyawarah guru," ucapnya.  (Wan)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad