Header Ads

  • Breaking News

    Lombok Utara Terus Optimalkan Program Saber Drop Out

    Mataram, Seputar NTB - Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH mengatakan pihaknya akan terus mengoptimalkan gerakan sapu bersih drop out (saber DO) dalam upaya memajukan dunia pendidikan di daerah ini.

    Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Utara melalui siaran pers yang diterima Seputar NTB ,Kamis, menyebutkan peringatan Hardiknas diintegrasikan dengan Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat (BBGRM) ke-15 dan HKG PKK ke-46

    "Apa yang menjadi capaian kita pada tahun 2018 berkat kegotongroyongan semua pihak. Kemarin (30/4) Pemda KLU menerima penghargaan P2D, peringkat terbaik kedua tingkat nasional. Itu juga berkat kerjasama dan kegotongroyongan kita. Semoga seterusnya kita bisa bersatu bersama dalam membangun daerah," katanya. sambutannya.

    "Kita akan terus mengevaluasi program pendidikan seperti Saber DO, kalau ada kekurangan kita lengkapi, yang jadi PR kita adalah angka drop out siswa," ujarnya.

    Pemkab Lombok Utara manganggarkan pembangunan sekolah swasta, karena khusus di Kabupaten Lombok Utara ada kebijakan pendidikan berkeadilan.

    "Sejak awal kami sudah menginformasikan bahwa tidak boleh ada anak-anak KLU yang tidak bersekolah, karena itu untuk masa depan mereka sendiri. Kita berharap juga sekolah kejuruan mampu memberikan keterampilan untuk anak-anak kita sehingga mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri," kata Najmul Akhyar.

    Upacara puncak Hardiknas dihadiri oleh Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifuddin SH MH, Sekretaris Daerah KLU Drs H Suardi MH, Unsur Kepolisian dan TNI, Perwakilan OPD lingkup Pemda KLU, parapelajar beserta tamu undangan.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam amanat tertulis yang dibacakan Bupati Lombok Utara Dr H Najmul Akhyar SH MH mengatakan peringatan Hardiknas 2018 dalam suasana penuh rasa khidmat.

    Presiden Republik Indonesia menggariskan bahwa Indonesia akan disegani bangsa lain jika Sumber Daya Manusia berkualitas.

    "Kita tidak ingin anak-anak Indonesia yang rajin, tapi akhlaqnya rusak, begitupun sebaliknya. Setiap anak lahir sebagai pembelajar dan tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri, betapa anak-anak memiliki keingintahuan pada segala hal.

    Proses belajar didapatkan dari bermain, sebelum mereka ke dunia pendidikan," ujar bupati membacakan amanat Mendiknas saat menjadi inspektur upacara.

    Hari Pendidikan Nasional kali ini bertema "Nyalakan Pelita Terangkan Cita-Cita", yang dimakna pendidikan terus sebagai penerang anak-anak Indonesia dalam menata dan menyiapkan masa depan Indonesia.

    Acara diakhiri dengan pelepasan burung merpati dan penyerahan alat gotong-royong kepada para camat sebagai tanda dimulainya BBGRM ke-15. Pada kesempatan tersebut Bupati Lombok Utara juga memberikan penghargaan kepada guru-guru yang mengabdi di pelosok Kabupaten Lombok Utara. (*)

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad