Header Ads

  • Breaking News

    Debat Pamungkas Pilkada Lobar, Fauzan-Sumiatun Tampil Rileks dan Kuasai Panggung


    Pasangan calon bupati dan wakil bupati Lobar, H. Fauzan Khalid - Hj. Sumiatun


    Lombok Barat – Setelah sukses melaksanakan debat pertama bulan lalu, KPU Lobar kembali menggelar debat kandidat Pasangan Calon Peserta Pilkada, Sabtu (24/6).  Bertempat di Gedung Budaya Narmada, debat kandidat berjalan cukup seru dimana bintang debat tersebut adalah Calon Wakil Bupati nomor urut 3, Hj. Sumiatun.

    Penampilan pendamping H. Fauzan Khalid itu tak seperti pada debat pertama. Jika pada debat pertama Sumiatun lebih banyak diam sehingga menjadi bulan bulanan di media sosial, pada debat kedua ini Srikandi Sekotong itu mengambil peran. Hasilnya, Sumiatun bisa dikatakan menjadi bintang debat, pasalnya penyampaiannya dengan gamblang bisa dimengerti karena disampaikan begitu singkat, namun padat dan mudah dimengerti.

    Selama berinteraksi dalam debat tersebut, Sumiatun tampaknya tak ingin muluk muluk dan bombastis apalagi harus memakai istilah-istilah yang justru membuat masyarakat bingung. Secara umum, apa yang disampaikan Sumiatun tepat sasaran. Dan secara umum, debat tersebut berjalan cair. Selayaknya debat kandidat peserta pilkada kebanyakan, saling serang dan saling kritik tak terhindar. Namun secara umum, Paslon nomor urut 3 lagi-lagi menjadi bintang karena mampu menguasai seluruh sesi debat.

    Kembali ke Hj. Sumiatun, satu-satunya peserta Pilkada perempuan di Pilkada Lobar itu nampak tenang dan sangat menguasai panggung debat. Tidak hanya karena gestur yang lebih tenang, intonasi suara yang lebih datar, dan proses interaksi aktif antara dirinya dengan H. Fauzan Khalid dan paslon lainnya cukup mengena karena mampu menjawab dan langsung menukik ke substansi persoalan. Saat debat kali ini, Srikandi Sekotong itu sangat aktif menjawab pertanyaan dan debat dari kandidat lain. Tidak hanya dalam persoalan tambang yang banyak terjadi di kampung halamannya, Sumiatun sangat lihai memaparkan pandangannya tentang pariwisata, perizinan terpadu, dan bahkan soal kesehatan dan pendidikan.

    Dimulai saat moderator acara, DR. Jumarim melemparkan tema Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkaitan dengan pendidikan menengah kejuruan, Paslon Nomor Urut 1 Zulkhair memberikan jawaban yang mendetail, namun mengedepankan sentuhan kabupaten untuk meningkatkan aspek entrepreneurship.

    Saat Fauzan diberikan giliran menanggapi, ia menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak provinsi juga penting. “Sekolah Menengah Atas dalam hal ini SMA dan SMK, sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Kita akan dorong koordinasi dengan memberi masukan kebutuhan dunia kerja, ”ujar Fauzan sambil menegaskan agar kompetensi para lulusannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja. Ia mencontohkan hal tersebut dengan jenis vokasi pariwisata.

    Tak hanya itu, ketika sesi Tanya jawab antar wakil, Calon Wakil Bupati nomor urut 2 TGH. Muammar melempar statement kepada Paslon Nomor 3 tentang sekian lama kekosongan jabatan wakil bupati Lobar. Sumiatun yang mengambil giliran menanggapi dengan santai dan langsung menjurus. “Selaku Ketua DPRD Lobar, saya merasakan koordinasi dengan eksekutif baik-baik saja. Buktinya, Lombok Barat aman-aman saja tidak ada terjadi persoalan keamanan. Seluruh program berjalan baik-baik saja,” jawabnya santai.

    Paslon dengan jargon “Sopoq Angen” itu pun banyak menjawab pertanyaan dengan penguasaan data yang faktual. Sesekali mereka bahkan mengoreksi data-data yang disampaikan oleh dua Paslon lawannya. Misalnya saat masalah kependudukan dan bonus demografi, Fauzan mengoreksi data tahun bonus demografi yang disampaikan oleh Calon Bupati Nomor 2, Farin. “Dalam literatur yang saya baca, prediksi bonus demografi itu kita akan dapatkan di tahun 2025, bukan 2030. Tapi manapun tahun yang benar, kita harus mempersiapkannya,” katanya.

    Begitu pula saat Fauzan didebat soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sektor perumahan dan rehabilitasi rumah kumuh, bahkan dalam kasus Rumah Sakit Umum Daerah. Fauzan dengan lihai memberi jawaban-jawaban logis, nyata, dan berdasarkan pengalaman yang ia alami dalam dua tahun pemerintahannya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad