Header Ads

  • Breaking News

    Diprotes Warga dan Saksi,Dua Pemilih Gelap dicoret dari DPT

    Warga menunjukkan DPT yang bermasalah TPS 05 Selong

    Lombok Timur - Mendapatkan protes dari warga masyarakat dan para saksi paslon Pilbup dan Pilgub NTB. Dua pemilih gelap dari pulau Jawa yang sudah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap ( DPT) di TPS 05 Kelurahan Selong di coret oleh petugas KPPS setelah melakukan koordinasi pihak Panwaslu.

    Dua warga yang dicoret namanya itu pada DPT TPS 05 dg No urut 007,Sonia Febri Chris S dan No 008,Doni.Karena dianggap warga tidak memiliki identitas yang jelas.

    " Agar tidak terjadi masalah,dua warga dari pulau Jawa yang masuk DPT itu harus dicoret,karena identitasnya tidak jelas," kata tokoh masyarakat lingkung Seruni, Ubaidillah kepada media ini.

    Ia mempertanyakan kepada pihak penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Lotim kenapa bisa dimasukkan dalam DPT dua orang tersebut. Padahal tidak memiliki identitas jelas yang bisa dipertanggungjawabkan.

    Karena dirinya bersama warga tetangga lainnya  sangat mengetahui pasti dua orang tersebut. Karena tidak memiliki sudah pindahnya,meski telah menikah dengan warga sekitarnya,bahkan lebih parahnya lagi Kepala Lingkungan (Kepling) Seruni maupun Ketua RT tidak pernah mendapatkan laporan mengenai identitas dua orang yang dicoret dalam DPT tersebut.

    " Ini namanya KPU asal mendata saja,tanpa mempertanyakan lebih lanjut mengenai identitas yang bersangkutan," ujarnya sambil diiyakan warga lainnya.

    Sementara Ketua KPU Lotim, M.Saleh saat dikonfirmasi melalui via ponselnya berkali tidak ada respon bahkan saat dihubungi nomornya dialihkan.

    Ditempat terpisah Ketua Panwaslu Lotim, Retno Sirnopati saat dikonfirmasi langsung merespon aduan masyarakat begitu mendapatkan laporan mengenai adanya dua warga dari pulau Jawa yang terdapat namanya di DPT Pilkada.

    Dengan menerjunkan petugas Panwascam Selong untuk melakukan komunikasi dan mengkroscek kebenaran tersebut. Termasuk melakukan koordinasi dan komunikasi dengan petugas KPPS maupun saksi mengenai dua DPT yang dipersoalkan tersebut.

    "Kesepakatan antara KPPS,warga yang keberatan dan yang bersangkutan C6 diamankan dulu karena tidak ada identitasnya," tegas Retno.

    Begitu juga Ketua KPPS TPS 05,Lubis membenarkan kalau dua warga dari pulau Jawa itu dicoret dari DPT,karena identitasnya tidak jelas. Apalagi dengan adanya protes dari warga sekitarnya dan saksi-saksi sehingga mengambil keputusan itu ketimbang nantinya akan menjadi masalah kedepannya.

    "Kami juga sudah melaporkan ke Camat Selong saat berkunjung ke TPS ini dan dibenarkan katanya," kata Lubis.

    Camat Selong, GN Parhan mengaku sudah menerima laporan mengenai adanya dua DPT bermasalah.Dengan meminta KPPS untuk membuatkan berita acara nantinya.

    "Apa yang dilakukan KPPS TPS 05 sudah benar," tegasnya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad