Header Ads

  • Breaking News

    Oknum Komisioner KPU Lotim di Bully Habis-Habisan di Medsos

    Group Lombok Discussion Club (LDC).

    Lombok Timur - Oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur di Bully habis-habisan di media sosial Whatsapp Group Lombok Discussion Club (LDC). Tempat yang bersangkutan membuat ucapan selamat kepada salah satu paslon Pilgub NTB.


    Tidak saat pada saat oknum itu mengucapkan ucapan selamat,kemudian masuk di media mendapatkan bullying. Akan tapi puncaknya saat ada anggota grup yang memposting pemberitaan di salah satu media online yang berjudul," alasan Hilang HP,komisioner KPU Lotim Bantah posting ucapan selamat pada pemenang Pilkada NTB Versi Quick Count,".

    Dengan anggota grup Whatsapp LDC langsung melakukan Bully habis-habisan,sambil memberikan komentarnya terhadap masalah oknum komisioner KPU Lotim tersebut.

    Marsoan dengan komentar yang menohok di group dengan mengatakan siapa nama komisioner ini kok main-main coba beretika massa yang kalah ini. Kok tidak bisa menahan diri,saya saja kelompok yang mengagungkan nomor linear bisa menahan diri dari sikap lebay.

    Kemudian dilanjutkan,kalau masalah etik kecil,paling di sidang pemecatan di DKPP.Tapi secara psikologis Pilkada sedang hangat,mestinya bias publik dipikirkan yang menang maupun yang kalah bisa terusik dengan perilaku oknum komisioner tersebut.‎Apalagi ini kasusnya dimuat di media.

    Marsoan melanjutkan komentarnya terlepas dari analisa apakah ada pelanggaran etik ataukah tidak yang jelas tidak oknum komisioner itu jelas ceroboh,pada saat tensi politik pada temperatur tinggi. Sehingga dirinya berpendapat yang menang bisa dirugikan oleh komisioner,publik bisa suudzon,kalau yang menang ada saham investasi oknum komisioner,padahal motif oknum tersebut sekedar cari muka.‎

    Sementara H.Hulain dalam komentarnya di group LDC mengatakan sekecil apapun berdalih hilang tapi kalau kronologis komunikasinya masih bisa dilacak walau HPnya ilang satu tahun yang lalu dan kalau memang benar ilang tidak mungkin orang yang memungut atau mengambil hpnya itu berani hidupin hpnya tersebut.

    Dalam menggunakan nomor yang lama dan pasti no nya digantikan di dalam group tidak ada tanda-tanda nomor hpnya tersebut diganti oleh yang menggunakan hp tersebut.

    Namun begitu dalam komentar selanjutnya, H.Hulain, terlepas ada pelanggaran etik atau tidak yang jelas di KPU Lotim ada indikasi atau dugaan tindak pidana korupsi yang kita sedang dalami.

    Sementara itu ‎anggota grup belasan orang memberikan komentar yang beragam terhadap ulah oknum komisioner KPU Lotim tersebut. Dengan adanya yang mendukung dan tidak,namun kebanyakan menyayangkan sikap oknum tersebut.

    Begitu juga oknum anggota komisioner KPU Lotim bersama komisioner KPU lainnya yang ikut masuk dalam grup Whatsapp LDC tersebut, tidak ada yang berani memberikan komentar atau bantahan persoalan tersebut.
    Editor : Bayu‎

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad