Header Ads

  • Breaking News

    18 Anggota DPRD Lotim Dilaporkan Ke Polisi

    Pengurus PMII Cabang Lotim mendatangi Polres Lotim sambil membawa map laporan  menyampaikan laporan 18 orang anggota DPRD Lotim diduga gunakan SPPD Fiktif dan Joki

    Lombok Timur - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lombok Timur melaporkan sebanyak 18 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim ke Polres Lotim,Jumat (20|7). Terkait dengan kasus dugaan SPPD fiktif dan Joki yang dilakukan belasan anggota DPRD Lotim dalam kegiatan Diklat di Jakarta dari tanggal 13 s.d 16 Juli 2018.

    Laporan tersebut langsung diserahkan oleh Ketua PMII Cabang Lotim,Sahrul Hirwan bersama pengurus lainnya ke Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik, Kasat IK, Iptu Wahyu, Kanit Tipikor,Ipda Toni.

    Ketua PMII Cabang Lotim, Sahrul Hirwan saat dikonfirmasi di Polres Lotim sesudah menyampaikan laporan menegaskan kalau PMII datang ke Polres Lotim untuk menyampaikan laporan dan pengaduan terhadap sebanyak 18 orang anggota DPRD Lotim yang diduga menggunakan SPPD fiktif dan joki dalam Diklat di Jakarta.

    Dengan memberikan nama-nama anggota DPRD dan nomor teleponnya,termasuk juga asal partainya sudah dimasukkan semuanya dalam laporan tersebut.

    " Laporan yang kami sampaikan langsung diterima Kasat Reskrim bersama Kasat IK di ruangannya,"tegas Sahrul.

    Oleh karena itu, lanjut Sahrul Hirwan meminta kepada pihak Polres Lotim untuk segera menindaklanjuti laporan yang kami sampaikan. Dengan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap 18 orang anggota DPRD Lotim yang diduga menggunakan SPPD fiktif dan joki dalam diklat tersebut.

    " Alhamdulillah Pak Kasat Reskrim berjanji akan menindaklanjuti laporan yang telah disampaikan tersebut,dengan tentunya harus menindak tegas mereka yang bersalah sesuai dengan perbuatannya," tandasnya.

    Sementara ditempat terpisah Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo, S.ik saat dikonfirmasi membenarkan kalau pengurus  PMII Cabang Lotim telah datang ke kami untuk menyampaikan pengaduan dan laporan mengenai masalah dugaan SPPD fiktif dan joki di DPRD Lotim.

    " Kami sangat berterima kasih dengan adanya pihak yang menyampaikan pengaduan dan laporan masalah SPPD fiktif dan Joki sebagai tambahan untuk memproses kasusnya," tegasnya.

    Namun begitu, kata Mantan Kasat Reskrim Polres Lobar ini, sebelum dari PMII Lotim datang menyampaikan laporan terlebih dahulu pihaknya mendapatkan berbagai informasi mengenai masalah SPPD fiktif tersebut.

    Dengan berasal dari media massa yang telah mempublikasikan mengenai persoalan dugaan SPPD fiktif dan joki tersebut. Sehingga tentunya ini akan menjadi tambahan informasi,data terhadap persoalan tersebut.

    " Kasus dugaan SPPD fiktif ini masih dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan yang dibutuhkan sebelum dilakukan pemanggilan terhadap 18 anggota DPRD Lotim tersebut," tandas Joko Tamtomo, S.ik.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad