Header Ads

  • Breaking News

    400 Ulama Dari 21 Negara Akan ke Lombok


    Mataram - Ketua Panitia Konferensi Internasional Moderasi Islam, Fauzan Zakaria, mengatakan 400 ulama dari 21 negara akan datang ke Lombok, guna mengikuti kegiatan konferensi tersebut, 26-29 Juli 2018.

    Utusan ulama 21 negara itu disebutkan Fauzan, dari Mesir, Libya, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Sudan, Maroko, Tunisia, Aljazair, Nigeria, India, Pakistan, Rusia, Ukraina, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste dan Indonesia sendiri sebagai tuan rumah. "Jumlah keseluruhan sebenarnya ada 500 orang. Tambahan 100 orang itu dari NTB sendiri, termasuk panitia," jelas Fauzan di Mataram, Selasa (24/7/2018).

    Konferensi ini tambah Fauzan, mendatangkan dua tamu kehormatan, yaitu Grand Mufti Mesir Prof. Dr. Syaikh Syauqi Ibrahim Alam dan Rektor Universitas Al-Azhar Mesir Prof. Dr. Al-Mahrashawi. "Nantinya selama empat hari narasumber dan peserta akan mendiskusikan berbagai persoalan menyangkut moderasi Islam," jelasnya.

    Sebagaimana diberitakan sebelumnya, NTB akan menjadi tuan rumah Konferensi Internasional Moderasi Islam untuk kedua kalinya. Kegiatan yang mengambil tema "Moderasi Islam dalam perspektif Ahlussunnah Wal Jamaah" tersebut, akan dilaksanakan di Kota Mataram. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB, Forum Komunikasi Alumni Timur Tengah NTB dan organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

    Terkait dengan kegiatan yang menghadirkan sejumlah tokoh Islam Internasional dari berbagai negara tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, sempat menggelar konferensi pers dengan media nasional di Jakarta, Jumat (20/7/2018) lalu. Gubernur didampingi Wakil Ketua dan Sekretaris Jenderal OIAA Cabang Indonesia.

    Dijelaskan bahwa konferensi kedua ini akan lebih spesifik pada bagaimana mengaplikasikan secara riil dalam kehidupan sehari-hari mengenai moderasi Islam. Termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Dalam hukum misalnya, yaitu tentang hukum-hukum yang mengatur kehidupan keseharian, satu sama lain, konsep moderasi islam itu seperti apa. Kegiatan ini merupakan penjabaran kegiatan tahun lalu yang lebih aplikatif.

    Kegiatan konferensi tersebut dinilai penting untuk dilaksanakan. Karena kekuatan Islam di Indonesia, dalam rangka memperkokoh NKRI, akan benar-benar terasa apabila mainstream pemikiran Islam itu adalah moderasi Islam.

    Pewarta : Purwandi
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad