Header Ads

  • Breaking News

    Aksi PMII Lotim Tuntut Aparat Segera Tangkap Oknum Anggota DPRD Terlibat Dugaan SPPD Fiktif

    Pamflet yang dibawa massa PMII dalam aksi bertuliskan Tangkap oknum dewan yang mempermainkan jabatan sebagai wakil rakyat

    Lombok Timur
    - Setelah sebelumnya dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur melakukan hearing di kantor DPRD Lotim, Kamis (19/7). Kemudian dilanjutkan dengan aksi turun ke jalan,Jumat (20/7).


    Terkait dengan kasus dugaan SPPD fiktif dan joki terhadap 18 orang anggota DPRD Lotim yang tidak berangkat melakukan diklat di Jakarta tanggal 13 s.d 16 Juli 2018. Namun uang perjalanan dinasnya diambil oleh sejumlah oknum anggota DPRD Lotim tersebut.

    Sementara dalam pamflet yang dibawa para massa aksi bertuliskan " Tangkap oknum dewan yang mempermainkan jabatan sebagai wakil rakyat,".‎

    Bahkan tidak itu saja berbagai bunyi pamflet lainnya yang bertuliskan kecaman terhadap 18 orang anggota DPRD Lotim yang diduga menggunakan SPPD fiktif dan joki dalam kegiatan Diklat di Jakarta.

    " Proses hukum, tangkap dan penjarakan oknum anggota DPRD Lotim yang diduga gunakan SPPD fiktif dan Joki dalam Diklat di Jakarta," teriak massa aksi.

    Aksi yang dimulai dari simpang empat BRI Selong,kemudian dilanjutkan menuju ke kantor DPRD Lotim dan berakhir di Kejaksaan Negeri Selong untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutannya.

    Sementara dalam aksi yang dilakukan puluhan aktivis PMII Cabang Lotim menuntut dengan ‎mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pelaku atau oknum yang diduga merugikan uang negara.

    Selain itu,mengembalikan uang bukanlah alasan bagi oknum-oknum tersebut untuk terbebas dari jeratan hukum atas kesalahan fatal yang telah dilakukannya. Dalam hal ini meminta kepada aparat kepolisian segera menetapkan beberapa oknum anggota dewan yang diduga tersebut sebagai tersangka supaya secepatnya diproses secara hukum.

    Begitu juga bagi  oknum anggota dewan yang terbukti melakukan  pelanggaran tertulis, lisan, tersebut, untuk secepatnya diberikan sanksi pemecatan hingga penangkapan.

    " Berani berbuat tentunya harus berani mempertanggungjawabkan perbuatannya,jangan menghindar atas kesalahan yang diperbuat," teriak para orator aksi dalam orasinya secara bergantian.

    Setelah puas menyampaikan orasi dan tuntutannya massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Dengan berjanji akan melakukan aksi yang lebih besar lagi kalau apa yang menjadi tuntutannya tidak direspon.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad