Header Ads

  • Breaking News

    Alasan Potongan Pajak,Honor PPS Diduga Disunat

    Kantor KPU Lombok Timur

    Lombok Timur - Para Panitia Pemungutan Suara (PPS) mempertanyakan kepada pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Timur adanya dugaan pemotongan honor Panitia Pemungutan Suara (PPS). Dengan alasan pemotongan pajak,akan tetapi dalam pemotongan itu dilakukan pukul rata dengan PPS yang sudah memiliki NPWP dan tidak.


    " Kita patut pertanyaan ini agar menjadi jelas," kata para PPS yang enggan di mediakan namanya.

    Selain itu, lanjut para PPS, sebelumnya KPU Lotim telah menjelaskan agar kepada semua PPS yang memiliki NPWP untuk menyerahkan foto copynya. Karena ini menyangkut mengenai masalah pajak dan PPH honor.

    Dimana kalau yang memiliki NPWP dipotong lima persen,sedangkan yang tidak memiliki dipotong enam persen. Namun dalam realisasinya di lapangan justru yang memiliki NPWP dan tidak dipotong rata.

    " Kalau memang dipotong rata,kenapa dulu disarankan serahkan NPWP,sehingga ini menjadi pertanyaan,"ujar para PPS sembari mengatakan kami sering menanyakan ke PPK kenapa kebijakan seperti ini,tapi PPK menjawab sudah kebijakan dari KPU.

    Sementara Sekretaris PPK Keruak, M.Syar'i membenarkan adanya pemotongan honor PPS sebesar enam persen untuk pajak dan PPH. Dengan menjalankan perintah dari KPU Lotim,karena langsung dilakukan pemotongan oleh KPU saat mengambil honor PPS tersebut.

    Kemudian sebelumnya kalau tidak salah pihak KPU Lotim pernah menyampaikan agar semua PPS untuk mengumpulkan NPWP. Karena kalau yang memiliki NPWP tentu akan dikenakan pajak dan PPH lima persen,sedangkan tidak enam persen.‎

    " Memang betul ada pemotongan honor PPS untuk pajak dan pph,baik yang memiliki NPWP dengan tidak dipotong rata,dimana pemotongan langsung dilakukan KPU," kata Syar'i

    Ketua KPU Lotim,M.Saleh saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui dan tidak tahu menahu masalah uang. Karena semuanya yang mengurus ada di sekretariat KPU dan bagian keuangan.

    " Saya tidak pernah mengurus uang,apalagi mengenai masalah dugaan pemotongan honor PPS," kata Saleh singkat.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad