Header Ads

  • Breaking News

    Belasan Anggota DPRD Lotim Terancam Masuk Penjara‎

    Kegiatan sidang paripurna DPRD Lotim.

    Lombok Timur - Belasan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur terancam masuk. Hal ini merupakan buntut dari dugaan SPPD fiktif dan joki saat diklat di Jakarta. Sedangkan yang bersangkutan tidak mengikuti Diklat,tapi uang perjalanan dinas diambil.

    Sementara terhadap kasus tersebut Polres Lotim langsung menindaklanjuti dengan cepat untuk diproses sesuai aturan yang ada. Terkait kasus dugaan SPPD fiktif yang melibatkan belasan oknum anggota DPRD Lotim.

    Kasat Reskrim Polres Lotim,AKP Joko Tamtomo, S,ik saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tentu akan mengusut tuntas kasus dugaan SPPD fiktif dan Joki Sejumlah oknum anggota DPRD Lotim saa bintek atau diklat ke Jakarta. Karena laporan sudah kami terima.

    " Memang benar ‎ kami telah terima laporan masalah dugaan SPPD fiktif Dewan untuk ditindaklanjuti," katanya.

    Joko menjelaskan ‎pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Dengan tentunya mengumpulkan bukti-bukti dan data tambahan,karena pihaknya juga sudah mendapatkan data tersebut.

    Seperti halnya jumlah anggota dewan yang berangkat dan tidaknya mengikuti diklat atau bimtek ke Jakarta. Termasuk juga oknum anggota DPRD Lotim yang menggunakan joki atau pengganti,meski uang perjalanan dinas untuk bimtek atau diklat ke Jakarta sudah diambil anggota dewan tersebut.

    " Hari senin atau selasa mendatang oknum anggota dewan,sekwan,bendahara maupun yang diduga menjadi joki akan kami panggil untuk diminta keterangannya," ujar Mantan Kasat Reskrim Polres Lobar ini.

    Namun yang jelas, tambah Tamtomo,terhadap apa yang dilakukan sejumlah oknum dewan yang tidak berangkat diklat tersebut. Tapi mengambil uang tersebut sudah masuk dalam ranah pidana korupsi.

    Karena selama ada niat jahat untuk melakukan korupsi ‎sebagaimana dalam pasal 4 undang-undang Korupsi. Meski nantinya dari anggota dewan itu akan mengembalikan uang perjalanan dinasnya,tidak akan menghalangi kasusnya untuk diteruskan.

    Apalagi kasusnya ini sudah berkembang kemana dan publik sudah tahu,maka tentunya ini menjadi atensi kami untuk mengusut tuntas kasus SPPD fiktif sejumlah anggota DPRD Lotim.

    " Yang jelas sejumlah oknum dewan itu dinilai telah melakukan mensteriak melakukan niat jahat,dengan perbuatan korupsi tetap terjadi," tandas Joko Tamtomo.

    Ditempat terpisah Wakil Ketua DPRD Lotim, Daeng Muhammad Ihsan mengaku memang ada sebanyak 18 orang anggota dewan Lotim yang tidak berangkat melakukan bimtek atau diklat ke Jakarta. Dengan belum tahu alasan kenapa tidak berangkat.

    Namun yang jelas untuk fraksi hanura semua lengkap berangkat sehingga tentu aman dan tidak ada masalah.

    " Memang betul ada sekitar 18 orang yang tidak berangkat dari berbagai parpol," kata Daeng Ihsan.

    Sementara menyakut masalah pihak kepolisian akan mengusut kasus dugaan SPPD fiktif tersebut. Tambah Daeng, dipersilahkan saja karena kami tentunya menghargai proses hukum.

    " Mungkin ada solusi penyelesaian agar persoalan ini tidak berlanjut,dengan akan membicarakannya dengan pimpinan yang lain," ujarnya.

    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad