Header Ads

  • Breaking News

    Dasawarsa KLU dengan Segudang Prestasi yang raih


    Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH memberikan hadiah berupa lahan pekarangan seluas 500 meter persegi kepada Lalu Muhammad Zohri yang diterima oleh kakaknya Baiq Fazilah. Foto Rsd/Humas dan Protokol Setda KLU

     Mataram - Tak terasa kini usia Kabupaten Lombok Utara telah mencapai 10 tahun. Beberapa tahun silam daerah di ujung utara Pulau Lombok ini menjadi wilayah sejumlah kecamatan yang lekat dengan kondisi serba kekurangan.

    Berkat kerja keras sejumlah tokoh lokal yang berjuang tak kenal lelah agar daerah yang dikenal dengan sebutan "Dayan Gunung" ini bisa berdiri sendiri, akhirnya membuahkan hasil. Lombok Barat dimekarkan menjadi sebuah daerah otonom baru (DOB) yang kemudian diberi nama Kabupaten Lombok Utara (KLU).

    Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH menyampaikan sambutan pada HUT ke-10 Kabupaten Lombok Utara yang berlangsung di lapangan Tioq Tata Tunaq, Tanjung, Sabtu. Foto Rsd/Humas dan Protokol Setda KLU

    Tanggal 21 Juli 2008 menjadi tonggak bersejarah bagi berdirinya KLU Berdasarkan Undang-undang No 26 Tahun 2008. Setelah DPR RI menyetujui RUU tentang pembentukan KLU di Provinsi NTB menjadi UU yang selanjutnya disahkan oleh Presiden RI dan menempatkan dalam lembaran Negara tahun 2008 Nomor 99 tentang pembentukan KLU di NTB.

    "Bayi" kabupaten yang dikenal dengan motto "Tioq Tata Tunaq" agaknya tidak menghadapi banyak kesulitan dalam meraih kemajuan, karena sejatinya daerah ini kaya dengan berbagai potensi, diantaranya di bidang pariwisata dan pertanian dalam arti luas.

    Kini di usianya yang menginjak satu dasawarsa banyak prestasi yang berhasil ditorehkan. Di Usia yang masih tergolong sangat muda ini, Kabupaten Lombok Utara cukup maju dengan segudang prestasi.

    Tak dipungkiri Kabupaten Lombok Utara di bawah pemerintahan Bupati KLU DR H Najmul Akhyar SH MH dan wakilnya Sarifudin SH MH berhasil membawa kemajuan bagi kabupaten termuda di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini.

    Tahun 2011 merupakan awal dari pemerintahan definitif pertama di Kabupaten Lombok Utara dibawah kepemimpinan Bupati Johan Sjamsu dan DR H Najmul Akhyar SH MH selaku wakil bupati.

    Perlahan namun pasti Kabupaten Lombok Utara mulai bangkit dari keterpurukan, antara lain berhasil menurunkan angka kemiskinan mencapai 4 persen dari total sebanyak 39,27 menjadi 35,97 persen.

    Memang sejak awal sejak dimekarkan dari kabupaten induk Lombok Barat angka kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara cukup tinggi dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Provinsi NTB. Namun berkat kerja keras angka kemiskinan berhasil diturunkan.

    Kemajuan lain yang berhasil diraih Kabupaten Lombok Utara adalah objek wisata tiga gili (pulau kecil) Trawangan, Meno dan Gili Air dinobatkan menjadi pulau wisata Wonderful of The World pada 2012.

    Sebelum dimekarkan sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Utara kerap mengalami kesulitan air bersih. Namun masalah itu berhasil diatasi dengan terbentuknya perusahaan daerah (BUMD) pada 2013, yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) KLU.

    Dalam upaya mengatasi persoalan masih banyak warga yang tinggal di rumah kumuh dan tidak layak huni Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kemudian menginisiasi program "Jubah" atau Jumat Bedah Rumah, yakni memembangun rumah setiap jumat dengan dana yang tidak bersumber dari APBD.

    Sejak September 2017 berhasil dibangun lebih dari 100 rumah untuk warga miskin. Ini dihajatkan untuk mempercepat program perbaikan rumah tidak layak huni.

    Berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan Kabupaten Lombok Utara adakah Pembina BUMD terbaik dari sky media Jakarta atas prestasi mendorong perkembangan BUMD di Kabupaten Lombok Utara.

    Selain itu penghargaan Bupati inspiratif dari sky media Jakarta atas pola kepemimpinan daerah yang mampu menginspirasi kabupaten dan kota di Indonesia.

    Penghargaan lain adalah UHC JKN-KIS dari kementerian kesehatan atas komitmen pemerintah lombok utara mendukung tercapainya UHC program JKN-KIS lebih awal tahun 2018.

    Lombok Utara juga meraih penghargaan pastika parahita dari kementerian kesehatan atas telah diterbitkannya peraturan daerah tentang KTR dan KTM.

    Anugerah Pangripta Nusantara (APN/PPD) dari kementerian pembangunan nasional dengan predikat terbaik ii dari 416 kabupaten se-Indonesia atas prestasi perencanaan pembangunan daerah.

    Manggala Karya Kencana dari BKKBN RI yaitu tanda penghormatan dan penghargaan bidang kkbpk atas prestasi mampu mewujudkan program BKKBN di Kabupaten Lombok Utara dan “WTP” dari BPK RI atas laporan hasil pemeriksaan pengelolaan keuangan daerah 2017.

    Penghargaan dari Gubernur NTB tersebut diberikan atas prestasi sebagai kabupaten/kota terbaik dalam perencanaan pembangunan daerah di provinsi NTB dan Penghargaan indikator strategis RPJMD tahun 2013 – 2018 dari Gubernur NTB dalam pencapaian indikator strategis pembangunan daerah.

    “Semoga kita selalu mendapatkan bimbingan, hidayah dan lindunganNya sehingga mampu melanjutkan prestasi dan pengkhidmatan dalam membangun Gumi Tioq Tata Tunaq,” kata Bupati Lombok Utara DR H Najmul Akhyar SH MH

    Kado istimewa

    Memasuki usia satu dasawarsa. kabupaten termuda di NTB ini mendapatkan kado istimewa, yakni keberhasilan Lalu Muhammad Zohri meraih medali emas pada kejuaraan dunia atletik junior putra yang digelar oleh Asosiasi Internasional Federasi Atletik (IAAF)U-20 championships) di tampere finlandia pada 11 Juli 2018

    Najmul mengatakan, "atas nama pemerintah dan masyarakat lombok utara kami memberikan apresiasi istimewa kepada putra terbaik Kabupaten Lombok Utara Lalu Muhammad Zohri yang telah mengharumkan nama Indonesia" bahkan di internasional atas prestasinya menjadi juara I (satu) lomba lari 100 meter pada .

    Sejatinya prestasi gemilang ini telah mengguncang dunia olahraga tanah air serta memecahkan rekor sebelumnya. Bahkan Zohri mengukir sejarah baru sebagai sprinter pertama dari Indonesia yang menembus ajang kejuaraan olahraga lari junior putra tingkat dunia.

    "Alhamdulillah, hal itu terbukti menunjukkan tanda-tanda perkembangan yang signifikan terhadap pencapaian target pembangunan dan prestasi pemerintah Kabupaten Lombok Utara diberbagai bidang dan urusan pemerintahan daerah," katanya

    Pencapaian target dan prestasi yang ditoreh, kata dia, tentu dapat diperoleh dalam kondisi daerah yang kondusif dan stabil dalam perspektif sosial, politik, keamanan dan ketertiban.

    "Dalam perjalanannya selama satu dasawarsa, Kabupaten Lombok Utara di akhir tahun 2017 lalu telah mampu merealisasikan pos pendapatan daerah dengan capaian baik," kata Najmul Akhyar.

    Pendapatan tersebut, menurut dia, terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp150,949 miliar lebih atau 96,00 persen, dan lain-lain pendapatan yang sah berjumlah Rp 27,311 miliar atau 31,74 persen.

    sedangkan pendapatan transfer sebesar Rp 732,690 miliar lebih atau 110,89 persen. secara keseluruhan pendapatan daerah sebesar Rp 910,951 atau 100,77 persen. sedangkan belanja dan transfer daerah sebesar Rp 904,647 miliar atau 92,67 persen.

    Dengan anggaran sebesar itu, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara telah memanfaatkannya untuk pembangunan daerah dengan baik. bentuk tanggungjawab kita terkait dengan pelaksanaan tersebut mampu menghasilkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK RI.

    "Kita berharap penilaian atas pengelolaan keuangan daerah ini dapat kita pertahankan lagi untuk keempat kalinya secara berturut-turut," ujarnya.(*)
    Editor : Bayu

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad